Dana Rehabilitasi jaringan Irigasi Utama Rp 91Miliar
sampai hari ini sebahagian belum siap dikerjakan Di Aceh Tenggara
Rapisal
2 Min Baca
13 Januari 2026 – 20 :24 WIB
Aceh Tenggara,media istana.com 13 januari 2026 media istana.com .Pekerjaan proyek yang menelan puluhan miliar ini belum selesai di akhir tahun,sebagai pertayaan kami haruskah dilakukan pemutusan kontrak?Dalam arti tanggal 31 desember pelaksanaan aktivitas anggaran pada tahun berkenan telah berakhir.
Media istana.com rapisal.menyampaikan Pekerjaan proyek peningkatan dan Rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Aceh Tenggara, kembali menuai sorotan. Proyek yang seharusnya memperkuat sistem irigasi pertanian itu justru diduga dikerjakan tanpa memperhatikan ketentuan teknis bidang sumber daya air, (13/1/2026).
Proyek dengan nama kegiatan “Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama”proyek ini dikerjakan oleh PT.Hutama Karya dengan nilai kontrak mencapai Rp 91 Miliar lebih dan masa pelaksanaan selama 50 hari kalender. Namun yang janggal, papan proyek di lokasi tidak mencantumkan sumber dana, apakah bersumber dari APBD atau APBN. Padahal, informasi tersebut merupakan bagian dari kewajiban transparansi publik sebagaimana diatur dalam Permen PUPR Nomor 29 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Papan Informasi Proyek pungkas rapisal.
Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Tahun Anggaran meliputi masa satu tahun, mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Pasal 11 disebutkan bahwa Tahun anggaran meliputi masa satu tahun mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.tendas rapisal
Di sisi lain, masih banyak pekerjaan yang belum dapat diselesaikan sampai dengan akhir tahun ini tepat nya hari ini pertanggal 13 januari 2026.apa yang menjadi masalah kami dari media istan.com dari Awal pelaksanan sudah kami monitor,kami bisa menilai pihak PT.Hutama Karya kurang pokus mengerjakannya,
Awak media sudah berusaha ingin melakukan konfirmasi masalah proyek besar ini tetapi pihak kementerian pekerjaan umum Direktorat Jenderal sumber air tidak dapat di hubungi dan tidak di temukan di lapangan. Tutup rapisal