Dari Banyuwangi ke Istana: Dua Bus Petani Kawal Perjuangan Tebu

MEDIAISTANA.COM | BANYUWANGI — Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Banyuwangi, Rifki Alamudi (Kiki), menyatakan kesiapan mendukung penuh aksi petani tebu yang akan digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada 1 September 2026.

Sebagai bentuk dukungan, Rifki Alamudi (Kiki) menyampaikan bahwa APTRI Banyuwangi akan mengirimkan dua bus petani dari Banyuwangi untuk bergabung dalam aksi tersebut.

Aksi ini merupakan bagian dari perjuangan petani tebu nasional yang menyoroti persoalan harga gula dan meningkatnya biaya produksi. Petani menilai kondisi saat ini semakin berat karena biaya tebang, angkut, pupuk, serta kebutuhan produksi lainnya terus mengalami kenaikan.

Salah satu tuntutan utama petani adalah penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) gula sebesar Rp16.875 per kilogram. Petani berharap pemerintah segera memberikan kepastian kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan usaha tani tebu sekaligus memperkuat industri gula nasional.

Rencana aksi 1 September 2026 tersebut menjadi momentum bagi petani untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.

Menurut APTRI Banyuwangi, perjuangan tersebut bukan hanya mengenai harga gula, tetapi juga menyangkut keberlangsungan petani tebu dan kedaulatan pangan nasional.

“Petani tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami membutuhkan kebijakan yang adil dan keberpihakan nyata agar petani tetap mampu bertahan,” menjadi semangat yang dibawa dalam dukungan terhadap aksi tersebut.

Dengan diberangkatkannya dua bus dari Banyuwangi, APTRI Banyuwangi menegaskan bahwa petani daerah siap mengambil bagian dalam perjuangan petani tebu nasional.

Jangan sampai manisnya gula nasional harus dibayar dengan pahitnya nasib petani.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!