Majunya suatu desa ditentukan oleh infrastruktur dan penerangan sehingga memberikan dampak ke masyarakat setempat. Adanya urbanisasi masyarakat yang ingin maju dan berusaha untuk menetap di tempat yang lahannya masih kosong kemudian membangun rumah.
Namun jika desa itu, kurang diperhatikan infrastrukturnya, maka akan terjadi suara – suara miring yang menyudutkan pemerintah daerah atau pun pemerintah provinsi.
Masih banyak warga di desa – desa daerah Kutai Timur yang merasa di anak tirikan terutama infrastrukturnya kurang di perhatikan, sementara warga menginginkannya. Seperti yang ada sekarang ini berupa sarana jalan provinsi dan sarana lampu penerangan yang ketiadaan tiang – tiang listrik di sepanjang jalan meski sudah di dirikan tower sutet listrik yang di buat oleh PLN, akan tetapi akan tetapi arus listriknya belum tersentuh di beberapa RT dan Desa – Desa yang membutuhkan arus listrik agar tidak gelap terutama jalan poros Provinsi yang menghubungkan batas Kabupaten antara Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
Dari hasil bincang – bincang dengan Kepala Desa Tepian Terap, Pak Eko, di warung kopi RT 1 saat Media Istana bertemu dengan Pak Eko, mengatakan bahwa saya sebagai Kades Tepian Terap menyikapi adanya permasalah jalan poros provinsi.
” Saya berharap agar pemerintah provinsi lebih memperhatikan jalan provinsi agar disegerakan dilakukan pengecoran jalan agar pengguna kendaraan terutama kendaraan motor yang melintas tidak mengalami kecelakaan. Sudah ada beberapa pengguna motor jatuh akibat jalannya rusak dan berlumpur dalam. ” Ujarnya Pak Eko
Meski jalan provinsinya rusak, saya sebagai Kades Tepian Terap yang turun ke lapangan untuk monitor dan langsung menutupi jalan – jalan yang rusak.
” Seharusnya pemerintah provinsi melalui Dinas PUPR PERA Provinsi Kaltim yang lebih aktif untuk meninjau ke lokasi dan segera melakukan pelelangan proyek agar segera di kerjakan dan siapapun dia yang menggunakan kendaraan dapat melancarkan perjalanannya tanpa adanya hambatan. ” Ungkap Kades Eko ke Media Istana.
Bukan hanya masyarakat sekitar yang merasakan kurangnya infrastruktur jalan yang di kerjakan oleh Pemerintah Provinsi sertai foto gambar jalan yang rusak, Media Istana juga mendapati sejumlah titik yang ada, jalan poros provinsi Kutim – Berau tersebut mengalami hambatan saat melewati jalan yang biasa di lalui, berupa adanya jalan yang berlobang dan berlumpur. Bahkan Tim Investigasi yang terdiri beberapa media mendapati adanya sejumlah titik parah yang rusak dan di perbaiki oleh pihak perusahan PT Dwi Wira Lestari.
Keterlambatan pekerjaan proyek provinsi menjadi kendala dan menjadi beban bagi pemilik kendaraan karena terdapat sejumlah kerusakan di sepanjang jalan Provinsi Desa Tepian terap Kecamatan Sangkulirang, Kutai TImur.
Ditambahkan Kades Tepian Terap Eko, menjelaskan bahwa ada dua kunci utama agar suatu desa bisa yakni adanya Jalan yang diperhatikan oleh Pemerintah dan Jaringan Penerangan berupa didirikannya tiang – tiang listri di sepanjang jalan sehingga bisa dinikmati masyarakat maupun pengguna kendaraan agar tidak gelap gulita.
Aroel Mandang