24.7 C
Jakarta
BerandaInfoDiduga Menghindar, Perselisihan Upah Pekerja Kavling di Sumberbaru Picu Kekecewaan Keluarga

Diduga Menghindar, Perselisihan Upah Pekerja Kavling di Sumberbaru Picu Kekecewaan Keluarga

Mediaistana.Com

BANYUWANGI — Perselisihan pembayaran upah kerja pada proyek kavling di wilayah barat kantor Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, hingga kini belum menemukan penyelesaian.
Pekerja bernama Zarkoni menyatakan hanya menerima upah Rp100.000 setelah bekerja selama empat hari dengan sistem upah harian. Pekerjaan disebut dimulai pada hari Kamis dan telah diselesaikan sesuai kesepakatan awal.

Menurut keterangan pekerja, upaya komunikasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon selama sekitar 10 hari terakhir tidak mendapatkan respons dari pemberi pekerjaan.Situasi ini memunculkan dugaan sikap tidak kooperatif dalam penyelesaian kewajiban pembayaran.

Saat dikonfirmasi awak media, pemilik kavling berinisial IDA membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan pekerjaan tidak dilakukan secara maksimal serta meminta agar tidak dilakukan fitnah. Dalam komunikasi tersebut juga disebut terdapat pernyataan bernada ancaman terkait pemberitaan.

IDA menyatakan telah memberikan pembayaran Rp150.000, sementara menurut keterangan pihak lain, jumlah yang pernah disampaikan mencapai Rp200.000. Perbedaan keterangan tersebut menambah ketidakjelasan dalam penyelesaian persoalan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan pemilik kavling berdomisili di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, dan sehari-hari berprofesi sebagai pedagang buah-buahan.

Keluarga pekerja menyatakan kekecewaan mendalam atas ketidakpastian pembayaran. Keluarga yang menggantungkan penghasilan sebagai tukang ojek di Terminal Genteng dan memiliki empat anak mengaku sangat terpukul. Meski nominal upah dinilai kecil, bagi keluarga tersebut nilai tersebut sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari.

Keluarga pekerja disebut sangat terpukul karena janji pembayaran yang diharapkan tidak terpenuhi. Pihak pekerja menilai persoalan ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis bagi keluarga.

Awak media menyatakan telah melakukan konfirmasi kepada para pihak serta memperoleh izin untuk mempublikasikan informasi ini sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat. Warga berharap persoalan dapat diselesaikan secara terbuka, adil, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

 

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!