MediaIstana Labuhanbatu||- Kamis (26/02/2026) Mamak yang ingin belanja keperluan sehari harinya Dipasar Glugur Rantauprapat Kelurahan Silandorung Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, kembali sangat resah melihat kehadiran para pelaku gembong gembong Narkoba yang diduga melakukan transaksi Narkotika jenis sabu sabu dibelakang gedung Pasar Glugur Rantauprapat yang disebut sebut sebagai Pajak Hongkong.
“Parah sudah Labuhanbatu ini. Pusat pasar Glugur Rantauprapat dibuat sebagai tempat transaksi jual beli Narkotika sabu sabu. Kan parah itu. Kenapa tidak ditangkap itu. Walaupun tidak terlihat arah belakang pasar Glugur. Namun, kan terlihat juga ada orang hilir mudik masuk ke pajak itu bagian belakang ngapain coba kalau tidak beli sabu “, cetus emak emak sembari ngomel ngonek pada saat sedang belanja, keperluan sehari harinya di Pasar Glugur Rantauprapat, Rabu siang (25/02/2026).
Pantau awak media, langsung melihat ada sekitar lima ( 5 ) orang berbadan kekar, didalam gedung yang disebut Pajak Hongkong, dibagian belakang Pasar Glugur Rantauprapat tersebut. Kelima orang terlihat duduk dan sebagain ada yang berdiri juga terlihat seperti ada sebentuk alat timbangan diatas meja papan yang diduga adalah alat timbangan Elektronik uang jual Narkotika sabu tersebut.
” Dari mana orang Abang dan siapa nama orang abang “, tanya salah satu anggota yang diduga selaku penjual Narkotika jenis sabu tersebut di Pajak Hongkong kepada awak media.
Awak media, langsung mengenalkan diri, berpura pura melintas. Dan, melihat dengan jelas didalam gedung yang disebut sebut Pajak Hongkong, adanya aktivitas transaksi jual beli Narkotika jenis sabu sabu.
Miris, pantas saja para emak emak yang melintas di belakang Pasar Glugur Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu, ngomel ngomel. Rupanya, gara gara adanya aktivitas bisnis transaksi jual beli Narkotika jenis sabu sabu secara bebas di Pajak Hongkong tepatnya dibelakang Pasar Glugur Rantauprapat.
“Kenapalah disitu preman preman itu jual narkoba. Tapi heran ya, kenapa dibiarkan oleh Polisi ya dan masyarakat sekitarnya Pasar Glugur. Ironis ya, bisa bebas gitu jual beli narkotika gitu. Rasa pun bukan sabu saja, pil pun kurasa ada itu dijual preman preman itu .wihh, ngeri nya “, ucap emak emak yang saat belanja sembari ada yang ngomel tak karuan dengan menyebutkan, “Itu lah Negara ini, kalua sudah uang – uang yang mengatur. Jadi aman semua. Siapa tidak mau uang walaupun barang haram dan Illegal, parahkan “, cetus emak emak.
By ( Dariter Ritonga)