Jakarta, Mediaistana.Com-16 Februari 2026 Rumah produksi PIM Pictures resmi memperkenalkan film terbarunya berjudul Antara Mama, Cinta dan Surga dalam gala screening yang digelar di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.
Film bergenre drama keluarga ini tampil sebagai karya yang berani membedah konflik klasik—antara harapan orang tua dan panggilan jiwa anak, yang tetap relevan lintas generasi.
Disutradarai oleh Agustinus Sitorus, film ini mengangkat dinamika keluarga Batak dengan pendekatan emosional dan reflektif.
Bukan sekadar kisah tentang pilihan karier, Antara Mama, Cinta dan Surga menjelma menjadi potret mendalam tentang komunikasi yang terputus, pengorbanan tanpa syarat, dan arti restu dalam kultur yang menjunjung tinggi nilai tradisi.
Anak Bungsu, Tradisi PNS, dan Panggilan Iman Cerita berpusat pada Bernard, anak bungsu dalam keluarga Batak yang sejak kecil diproyeksikan menjadi pegawai negeri sipil (PNS)—sebuah simbol stabilitas, kehormatan, dan kebanggaan keluarga.
Karakter Bernard diperankan dengan intens oleh Aldy Maldini, yang menampilkan pergulatan batin antara kewajiban dan keyakinan,Namun hidup Bernard berubah ketika ia mengalami serangkaian mimpi spiritual yang menghadirkan sosok Nommensen,figur yang membangkitkan kesadaran iman dan menggugah panggilan rohaninya untuk menjadi pendeta, Pergulatan ini menempatkannya di persimpangan tajam: mengikuti jejak yang telah digariskan keluarga, atau menapaki jalan sunyi yang diyakininya sebagai kehendak Tuhan.
Sosok Mamak dan Retaknya Ikatan Cinta
Konflik memuncak pada relasi Bernard dengan sang ibu, Mamak, yang diperankan penuh kharisma oleh Darthy Manurlangi.
Mamak digambarkan sebagai figur kuat, penjaga tradisi, sekaligus representasi cinta yang keras dalam balutan budaya Batak, Keputusannya mempertahankan cita-cita keluarga memantik pertentangan sengit dengan Bernard, sebuah benturan antara kasih dan prinsip.
Di tengah badai itu, hadir Anindita, diperankan oleh Anneth Dellicia, yang menjadi jangkar emosional sekaligus ujian baru bagi Bernard.
Hubungan mereka diuji oleh perbedaan visi hidup, iman, serta tekanan keluarga, Cinta yang semula menjadi penguat, perlahan berubah menjadi arena kompromi dan pengorbanan,Refleksi tentang Restu dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri.
Antara Mama, Cinta dan Surga tidak hanya mengisahkan konflik personal, tetapi juga menyoroti realitas yang akrab dalam banyak keluarga Indonesia: anak yang terhimpit ekspektasi, orang tua yang mencintai dengan cara yang dianggap paling benar, serta komunikasi yang kerap kalah oleh ego dan ketakutan.
Melalui sinematografi yang intim dan dialog yang menyentuh, film ini menawarkan pertanyaan mendasar:
Apakah restu lahir dari ketaatan, atau justru dari keberanian menjadi diri sendiri?
Apakah cinta harus selalu tunduk pada tradisi, atau bisa berdamai dengan panggilan hati?
Film ini menjadi cermin bagi banyak keluarga, bahwa di balik perdebatan dan air mata, selalu ada ruang untuk saling memahami,Sebab pada akhirnya surga tidak semata tentang tujuan akhir, melainkan tentang bagaimana cinta, iman, dan restu menemukan titik temu.
Dengan kekuatan akting para pemain dan kedalaman cerita yang menyentuh akar budaya, Antara Mama, Cinta dan Surga digadang-gadang menjadi salah satu drama keluarga paling emosional tahun ini, sebuah karya yang bukan hanya ditonton, tetapi dirasakan.
Film “Antara Mama Cinta Dan Surga”akan Tayang Di seluruh Bioskop Indonesia Mulai 19 Februari 2026.