Mediaistana.com Jakarta – Dalam rangka memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan ideologi masyarakat di era digital, Ketua Forum Kader Bela Negara (FKBN) Provinsi DKI Jakarta, Mourits Kossoy, melakukan kunjungan silaturahmi dan kerja sama ke Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Kedatangan salah satu pendiri FKBN ini bertujuan membangun sinergi strategis antara organisasi kemasyarakatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Fokusnya adalah menyosialisasikan pentingnya pemahaman bela negara kepada seluruh lapisan masyarakat Ibu Kota.
Mourits Kossoy, yang juga merupakan Staf Khusus Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan RI, menegaskan bahwa kewajiban membela negara adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa. “Setiap warga negara wajib mengamalkan, membela, dan menjalankan Pancasila dan UUD 1945. Pengetahuan itu wajib dan harus dijalankan,” tegasnya.
Ia menyoroti tantangan berat di era globalisasi dan digitalisasi, di mana semangat bela negara di kalangan kelompok, organisasi, maupun individu dinilai telah sangat memudar. Hal ini diperparah dengan maraknya informasi palsu (hoaks) dan propaganda yang berseliweran di media sosial.
“Harus ada kegiatan sosialisasi berkelanjutan dan terus dilakukan oleh pemerintah kepada warganya. Tujuannya, agar masyarakat memiliki kekuatan atau ‘imun’ untuk menangkal segala informasi negatif, terutama yang menjurus pada perpecahan dan mengancam integrasi bangsa,” ungkap Mourits, yang pernah bertugas sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO) di Timor Timur tahun 1995.
Ia menambahkan, “Pendidikan bela negara harus tetap berjalan. Itu menandakan bahwa negara dan pemerintah hadir dan melindungi rakyatnya. Pengetahuan bela negara adalah benteng utama dari pengamalan Pancasila dan UUD 1945.”
Menyambut baik inisiatif ini, Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, H. Moh Matsani, memberikan apresiasi tinggi atas masukan positif dari FKBN. Ia menekankan bahwa konsep bela negara di era modern memiliki cakupan yang luas dan aplikatif.
“Bela negara itu diwajibkan dan dapat diwujudkan dengan cara-cara positif. Mulai dari menghormati simbol-simbol negara, menaati peraturan perundang-undangan, aktif dalam kegiatan sosial, bijak menggunakan media sosial, hingga berprestasi dan berkarya untuk kemajuan bangsa,” papar Matsani.
Ia juga menekankan pentingnya penyadaran bela negara, khususnya di kalangan generasi milenial, agar mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di dunia maya maupun nyata.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum awal bagi program kolaboratif antara FKBN DKI Jakarta dan Kesbangpol Pemprov DKI. Rencananya, akan dirancang serangkaian kegiatan edukasi, pelatihan, dan sosialisasi yang menyasar berbagai elemen masyarakat, dari tingkat RT hingga organisasi kepemudaan, untuk membangun ketahanan masyarakat yang tangguh menghadapi ancaman ideologi dan disinformasi.
