Gedung Walet Rumah Sakit Abdul Rivai yang beroperasi sejak 25 September 2025 difungsikan sebagai pusat layanan terpadu gawat darurat (IGD) dengan fasilitas modern, seperti ruang IGD yang lebih luas, suhu sejuk, ruang isolasi, ruang kebidanan, ruang tindakan, ruang bedah, ruang intermediate, depo farmasi, radiologi, dan laboratorium cyto yang terintegrasi. Sistem pendaftaran dan kasir juga sudah terpadu dalam satu ruangan, serta pengambilan obat menjadi lebih praktis. Kapasitas rawat inap di gedung ini adalah 33 ranjang, yang dapat ditingkatkan menjadi 40 ranjang pada kondisi darurat.
 Kondisi Umum Pelayanan :Â
 Status Tipe Rumah Sakit Abdul Rivai terhitung sejak 1 Juli 2025, status RSUD dr. Abdul Rivai turun dari tipe C menjadi tipe D karena belum memenuhi standar regulasi nasional.
Pada Juli 2025, rumah sakit ini mendapatkan rating 2,2 dari 5 berdasarkan 301 ulasan, dengan banyak kesalahpahaman mengenai layanan yang kurang optimal.
Kapasitas dan Tingkat Hunian:
Jumlah tempat tidur keseluruhan adalah 247, namun tingkat hunian (BOR) mencapai 92 persen yang jauh dari ideal, sehingga seringkali kesulitan menampung pasien, terutama di akhir pekan atau saat kasus melonjak.
Kekurangan Fasilitas dan SDM,Â
Masih terdapat kekurangan alat kesehatan yang perlu diperbarui (seperti CT scan yang sudah berusia 11 tahun) dan tidak memiliki peralatan MRI (harus merujuk ke tempat lain). Selain itu, kurangnya dokter spesialis juga menjadi faktor yang menyebabkan pelayanan belum optimal.
 Pelayanan RSUD dr. Abdul Rivai Berau belum maksimal karena kombinasi penurunan status tipe, kapasitas yang terbatas namun tingkat hunian tinggi, kekurangan peralatan medis modern, kurangnya SDM spesialis, dan sistem yang belum sepenuhnya efisien.
 Keseimbangan kapasitas dan hunian:
Dengan 247 tempat tidur dan tingkat hunian 92%, rumah sakit sering kelebihan beban, terutama di akhir pekan atau saat kasus melonjak, sehingga tenaga medis dan fasilitas tertekan.
Kurangnya SDM spesialis:
Keterbatasan dokter spesialis membuat layanan subspesifik tidak terpenuhi dengan baik dan waktu tunggu pasien menjadi panjang.
Sistem yang belum optimal:
Meskipun gedung baru sudah ada integrasi sistem, beberapa aspek proses pelayanan mungkin masih perlu disempurnakan untuk lebih efisien.
Aroel Mandang 
Â