30.8 C
Jakarta
BerandaInfoH. Dian Surahman Ketum DPP FRIC Ajak Masyarakat Hidupkan Sya'ban dengan Puasa...

H. Dian Surahman Ketum DPP FRIC Ajak Masyarakat Hidupkan Sya’ban dengan Puasa Sunnah

mediaistana.com

Jakarta – Masyarakat muslim di seluruh dunia mulai menyambut bulan Sya’ban, bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan ini adalah puasa sunnah Sya’ban. Puasa sunnah Sya’ban merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW sangat menyukai puasa di bulan Sya’ban, bahkan beliau hampir tidak pernah meninggalkan puasa di bulan ini kecuali hanya beberapa hari saja. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Sya’ban dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Dengan berpuasa sunnah Sya’ban, kita dapat meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah kita.

Puasa sunnah Sya’ban juga merupakan bekal yang sangat baik untuk menyambut bulan Ramadan yang akan datang. Dengan berpuasa di bulan Sya’ban, kita dapat melatih diri untuk lebih kuat menahan diri dari hawa nafsu dan meningkatkan kemampuan spiritual kita. Selain itu, puasa Sya’ban juga dapat menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Sya’ban adalah bulan yang sering dilupakan oleh manusia, padahal di bulan itu amal-amal manusia diangkat ke hadapan Allah. Maka aku senang jika amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. An-Nasai). Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Sya’ban dan betapa pentingnya kita memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan amal ibadah kita.

H. Dian Surahman, Ketua Umum DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), mengajak masyarakat muslim untuk menghidupkan bulan Sya’ban dengan berpuasa sunnah. Menurutnya, puasa sunnah Sya’ban merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

“Bulan Sya’ban adalah bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan, mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan amal ibadah kita,” ujar dalam keterangan tertulisnya, Minggu 01 Februari 2026.

Rasulullah SAW sangat menyukai puasa di bulan Sya’ban, bahkan beliau hampir tidak pernah meninggalkan puasa di bulan ini kecuali hanya beberapa hari saja. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Sya’ban dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Dengan berpuasa sunnah Sya’ban, kita dapat meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah kita.

Puasa sunnah Sya’ban juga merupakan bekal yang sangat baik untuk menyambut bulan Ramadan yang akan datang. Dengan berpuasa di bulan Sya’ban, kita dapat melatih diri untuk lebih kuat menahan diri dari hawa nafsu dan meningkatkan kemampuan spiritual kita. Selain itu, puasa Sya’ban juga dapat menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan.

H. Dian Surahman juga mengingatkan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilupakan oleh manusia, padahal di bulan itu amal-amal manusia diangkat ke hadapan Allah.

“Maka aku senang jika amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa,” ujarnya mengutip hadits Rasulullah SAW. Oleh karena itu, mari kita hidupkan Sya’ban dengan puasa sunnah dan meningkatkan amal ibadah kita.

FRIC Pusat mengajak seluruh masyarakat muslim untuk bergabung dalam gerakan puasa sunnah Sya’ban. “Ayo, mulai dari sekarang, kita hidupkan Sya’ban dengan puasa sunnah! Semoga dengan demikian, kita dapat menyambut bulan Ramadan dengan lebih siap dan lebih baik, serta mendapatkan keberkahan dan kemuliaan dari Allah SWT,” tutup H. Dian Surahman.

( To/Fq )

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!