Dalam rangka menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Namlea mengoperasikan sebanyak lima kapal penumpang untuk melayani arus mudik dan balik masyarakat.
Kepala Cabang Pelni Namlea, Agus Herianta, mengatakan bahwa saat ini terjadi lonjakan jumlah penumpang pasca penertiban kawasan Gunung Botak, Hampi. Lonjakan tersebut mencapai lebih dari 150 persen, terutama untuk rute tujuan wilayah barat seperti Bau-Bau, Makassar, dan Surabaya.
“Setelah penertiban Gunung Botak Hampi, terjadi peningkatan penumpang cukup signifikan, lebih dari 150 persen, dan mayoritas menuju ke arah barat, yakni Bau-Bau, Makassar, dan Surabaya,” ujar Agus Herianta di Namlea, Senin (22/12/2025).
Sementara itu, untuk periode Natal dan Tahun Baru, Agus menyebutkan bahwa arus penumpang dengan tujuan Ambon dan Bitung masih terpantau dalam kondisi normal dan belum menunjukkan lonjakan berarti.
Pelni Namlea juga masih memberlakukan program diskon tiket hingga 10 Januari 2026. Namun, diskon tersebut hanya berlaku selama kuota masih tersedia.
“Diskon tiket masih berlaku sampai tanggal 10 Januari. Tetapi itu kalau kuota masih ada. Kalau kuota diskon sudah habis, maka akan diberlakukan harga normal,” jelasnya.
Dengan pengoperasian lima kapal Pelni, pihak Pelni Namlea berharap dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat serta menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan laut selama periode Nataru.(Syam/AS)