Di tengah riuhnya isu dan cibiran sebagian kecil pihak yang kerap menilai tanpa memahami, Halija Wael, Plt Direktur RSUD Namlea Kabupaten Buru, memilih tetap berdiri tegak. Ia menyadari bahwa jabatan adalah amanah, bukan sekadar posisi, dan amanah itu diberikan langsung oleh Bupati untuk dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Berbagai komentar miring yang beredar di ruang publik tak membuat langkahnya goyah. Justru sebaliknya, Halija Wael menjawabnya dengan kerja nyata. Setiap pagi, ia rutin berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain, memastikan pelayanan kesehatan berjalan sebagaimana mestinya—ramah, cepat, dan manusiawi. Sore hari, sebelum meninggalkan rumah sakit, langkah itu kembali diulang, menutup hari dengan kepastian bahwa masyarakat memperoleh haknya atas layanan kesehatan yang layak.
Keteguhan hati Halija Wael lahir dari keyakinan sederhana: bahwa pelayanan kesehatan bukan soal popularitas, melainkan pengabdian. Ia paham, tidak semua orang mampu berdamai dengan hatinya sendiri. Ada yang masih terbelenggu rasa iri dan dengki, lalu melampiaskannya dalam bentuk cibiran. Namun, ia memilih tidak larut. Pandangannya tetap ke depan, fokus pada tujuan besar: meningkatkan kepuasan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Buru.
Dalam kepemimpinan, ketenangan sering kali lebih lantang daripada pembelaan. Dan Halija Wael menunjukkan itu—dengan konsistensi, ketulusan, serta keberanian untuk tetap berjalan lurus meski jalan terasa terjal. Selama amanah itu masih di pundaknya, selama itu pula ia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi RSUD Namlea dan masyarakat yang dilayaninya.
Karena pada akhirnya, waktu dan kerja nyata akan menjawab segalanya.(Tim)