Mediaistana.com
Muncar, Banyuwangi — Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-100 tahun Masehi yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Muncar berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Sabtu (31/1/2026), di Masjid Sabilul Huda Almarhum Mbah Yai Kamaluddin, Sumberayu–Sumberberas, Muncar.

Acara puncak Harlah NU ini dihadiri jajaran tokoh NU dan badan otonom sebagai wujud soliditas jam’iyah dan komitmen menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di wilayah pesisir Banyuwangi.
Turut hadir Rois Suriyah NU KH. Fahruddin Mannan, Ketua PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi, Ketua MWCNU Muncar Ustadz Hanif, Ketua Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi Hj. Istiayanah , serta jajaran pengurus NU dan Muslimat dari berbagai tingkatan.
Kegiatan ini juga dihadiri Hj. Desi Prakasiwi, selaku Ketua Yayasan Haji Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Desi Prakasiwi secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Muslimat NU kepada 18 ranting se-Kecamatan Muncar, sebagai bagian dari penguatan struktur dan legalitas organisasi di tingkat akar rumput.
Selain penyerahan SK, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembagian hadiah kepada ranting-ranting Muslimat NU yang diserahkan langsung oleh Ketua Muslimat NU Kecamatan Muncar, sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif dan loyalitas kader perempuan NU dalam menggerakkan kegiatan keumatan dan sosial kemasyarakatan.
Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh KH. Makmun Mahfudz (Gus Ma’mun) dari Ploso, Kediri, yang mengajak warga NU untuk terus istiqamah dalam berkhidmat, menjaga persatuan umat, serta memperkuat peran NU sebagai penjaga Islam moderat dan rahmatan lil ‘alamin.
Ketua Panitia Harlah NU ke-100 Kecamatan Muncar, Faiqotul Himmah,dalam pidatonya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara struktur NU dan badan otonom, khususnya Muslimat NU, dalam melayani umat dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi, Hj. Istiayanah, menegaskan bahwa penguatan ranting merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan organisasi dan kaderisasi Muslimat NU hingga tingkat desa.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan hingga selesai, ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan jam’iyah NU serta kemaslahatan umat dan bangsa.(kevin)