33.1 C
Jakarta
BerandaInfoHendrik Lewerissa: Jejak Cahaya di Masjid Istiqlal, Merajut Toleransi Beragama untuk Maluku

Hendrik Lewerissa: Jejak Cahaya di Masjid Istiqlal, Merajut Toleransi Beragama untuk Maluku

 

Editorial Redaksi

Di tengah dinamika kehidupan berbangsa yang terus berkembang, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Hal itulah yang tercermin dalam pertemuan hangat antara Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, pada Jumat (13/3/2026) di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta.

Masjid terbesar di Asia Tenggara itu bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang simbolik yang menyatukan pesan spiritual, kebangsaan, dan kebersamaan. Dari tempat inilah dialog mengenai masa depan kehidupan beragama di Maluku dibangun—sebuah daerah yang sejak lama dikenal sebagai rumah bagi keragaman keyakinan, budaya, dan tradisi.

Kunjungan Gubernur Maluku tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda formal. Ia adalah bentuk komitmen nyata untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, khususnya dalam bidang keagamaan. Dalam suasana yang penuh keakraban, kedua tokoh membicarakan langkah-langkah strategis untuk memperkuat moderasi beragama, meningkatkan dukungan terhadap pendidikan keagamaan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Langkah ini menjadi sangat relevan bagi Maluku, wilayah yang memiliki sejarah panjang dalam membangun kembali harmoni sosial setelah pernah menghadapi dinamika konflik di masa lalu. Kini, dengan semangat baru, Maluku terus menunjukkan dirinya sebagai contoh daerah yang mampu merawat keberagaman dengan bijaksana.

Apresiasi yang disampaikan Menteri Agama kepada Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan bahwa upaya menjaga kehidupan beragama yang harmonis tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas lembaga, kebijakan yang berpihak pada persatuan, serta komitmen bersama untuk menanamkan nilai toleransi di tengah masyarakat.

Plakat yang diserahkan dalam pertemuan tersebut bukan sekadar simbol penghargaan. Ia juga menjadi penanda kuatnya jembatan kerja sama antara pusat dan daerah—sebuah pengingat bahwa pembangunan di bidang keagamaan merupakan bagian penting dari pembangunan bangsa secara keseluruhan.

Dari ruang pertemuan di Masjid Istiqlal itu, pesan yang lahir sesungguhnya sederhana namun mendalam: Indonesia yang damai hanya dapat terwujud ketika keberagaman dijaga dengan rasa saling menghormati. Dan Maluku, dengan kekayaan pluralitasnya, memiliki peran penting dalam menjaga nyala harmoni tersebut.

Sinergi yang terbangun hari ini diharapkan menjadi fondasi bagi langkah-langkah konkret ke depan—membangun masyarakat yang tidak hanya religius, tetapi juga inklusif, toleran, dan penuh kedamaian. Dari Jakarta, semangat itu kembali dibawa pulang ke Maluku, untuk terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!