26.2 C
Jakarta
BerandaBertaHPN 2026 di Sine Ngawi: Pers Bukan Sekadar Profesi, tetapi Pengabdian untuk...

HPN 2026 di Sine Ngawi: Pers Bukan Sekadar Profesi, tetapi Pengabdian untuk Kepentingan Publik

Ngawi – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 Tahun 2026 di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Minggu (15/2/2026). Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, refleksi, sekaligus penguatan komitmen insan pers untuk tetap profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan publik

Bertempat di Gedung Serbaguna Kecamatan Sine, peringatan HPN kali ini berlangsung khidmat namun tetap meriah dengan hiburan campursari yang menghidupkan suasana. Hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi, unsur Forkopimcam Sine, kepala desa, insan pers dari berbagai media dan organisasi wartawan seperti KWJI, AJII, PWN, KWN, KJJT, serta berbagai komunitas dan elemen masyarakat.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri komunitas SOMSI, Relawan Elpeje, Relawan Garasi, Pesona, Paguyuban Pencak Silat Sine, serta tamu undangan dari kalangan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa pers tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang dialog terbuka antara pemerintah, pers, dan masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua Panitia HPN Kecamatan Sine, Budi Santoso, menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan bentuk syukur sekaligus penguatan sinergi antara insan pers dan seluruh elemen daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi, lembaga, swasta, dan pengusaha yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Forkopimcam serta kepala desa se-Kecamatan Sine. Kami ingin menegaskan bahwa pers adalah mitra, bukan musuh. Kami bekerja berdasarkan kode etik dan Undang-Undang Pers,” ujarnya.

Lebih dari sekadar seremoni, peringatan HPN ini juga menjadi refleksi atas tantangan dunia jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital. Wartawan senior yang akrab disapa mbak Ari, menegaskan bahwa profesi wartawan bukan hanya tentang menyampaikan berita, tetapi juga menjaga kepercayaan publik.

“Pers bukan sekadar menyampaikan informasi. Ini adalah profesi yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Wartawan harus menghadirkan informasi yang jernih, jelas, lugas, dan berimbang, karena masyarakat menggantungkan kepercayaan pada kita,” tuturnya.

Menurutnya, di era digital yang serba cepat, tantangan terbesar insan pers bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga menjaga akurasi, verifikasi, serta etika jurnalistik. Ia mengingatkan bahwa fungsi pers sebagai kontrol sosial harus terus dijaga sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Profesionalisme, etika, dan verifikasi adalah harga mati. Wartawan harus tetap menjadi penjaga kebenaran, bukan sekadar penyampai informasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi, mengajak insan pers untuk terus memperkuat komunikasi yang sehat, konstruktif, dan edukatif demi menjaga kondusivitas daerah.

“Pers memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan pembangunan. Di era digital, kita harus lebih bijak menggunakan teknologi. Informasi yang disampaikan harus edukatif, faktual, terverifikasi, dan berimbang agar masyarakat tidak terjebak hoaks,” ungkapnya.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dan insan pers terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan daerah yang transparan dan demokratis.

Momentum kebersamaan semakin terasa saat prosesi pemotongan tumpeng dilakukan secara simbolis oleh perwakilan insan pers bersama tamu undangan. Prosesi ini menjadi simbol rasa syukur, harapan, serta komitmen bersama untuk menjaga marwah pers nasional.

Melalui peringatan HPN 2026 ini, insan pers Kabupaten Ngawi menegaskan tekad untuk terus meningkatkan kualitas, menjaga etika, serta hadir sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial. Di tengah dinamika zaman, pers diharapkan tetap menjadi jembatan informasi, edukasi, dan harapan masyarakat.

Peringatan ini pun menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita, terdapat tanggung jawab besar: menjaga kepercayaan publik dan mengawal kepentingan masyarakat.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!