Imam Syafi’i S,pd Soroti Kekhawatiran Terhadap Perkembangan Generasi Muda dan Isu LGBT di Media Sosial
Jakarta -MEDIA ISTANA Lampung Barat – Kekhawatiran terhadap perkembangan generasi muda di era digital kembali disampaikan oleh seorang akademisi sekaligus tokoh organisasi keagamaan di Lampung Barat. Imam Syafi’i S.pd mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap berbagai tantangan sosial yang dinilai semakin memengaruhi generasi muda saat ini.
Menurut Imam Syafi’i perubahan sosial yang terjadi sangat cepat, terutama dengan perkembangan teknologi informasi dan media sosial, membawa dampak yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia menilai bahwa berbagai fenomena sosial yang berkembang di masyarakat harus disikapi secara serius oleh para pendidik, tokoh agama, dan pemangku kepentingan di daerah.
“Saya menyampaikan rasa keprihatinan sebagai seorang akademisi sekaligus sebagai salah satu tokoh NU Lampung Barat terhadap perkembangan generasi muda saat ini. Kekhawatiran ini tentu bukan tanpa alasan,” ujar Imam Syafi’i yang juga sebagai kepala sekolah SMAN 1 Sekincau. pekon giham sukamaju kecamatan sekincau kabupaten Lampung Barat Lampung.Senen 9/3/2026
Ia menuturkan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian adalah berkembangnya berbagai komunitas di media sosial yang menurutnya dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda. Ia menyebutkan adanya kelompok di media sosial yang memiliki jumlah pengikut cukup besar di wilayah tersebut.
“Isu berkembangnya LGBT di Lampung Barat menurut pengamatan kami cukup signifikan. Kita bisa melihat salah satu grup di media sosial yang pengikutnya mencapai sekitar 1,6 ribu orang,” katanya.
Menurutnya, fenomena tersebut menjadi salah satu alasan mengapa berbagai pihak perlu mulai membuka ruang diskusi yang lebih luas agar persoalan sosial yang muncul dapat diantisipasi sejak dini. Ia menilai pendekatan edukasi dan dialog sangat penting dilakukan, terutama di lingkungan pendidikan.
Imam Syafi’i mengatakan bahwa dirinya juga sering mengangkat isu tersebut dalam berbagai forum diskusi yang dihadirinya. Tujuannya adalah untuk mengajak berbagai pihak bersama-sama mencari solusi yang tepat agar berbagai persoalan sosial tidak berkembang semakin luas.
“Di setiap kesempatan dalam berbagai forum, saya mencoba mengangkat isu ini supaya kita bisa sama-sama mencari solusi agar tidak berkembang ke mana-mana,” ujarnya.
Sebagai seorang tenaga pendidik, ia juga mengaku secara rutin memberikan edukasi kepada para siswa di sekolah tempatnya mengajar. Menurutnya, pendidikan moral dan nilai-nilai keagamaan perlu terus diperkuat agar para pelajar memiliki landasan yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh yang datang dari luar.
Dalam proses pembelajaran, ia juga kerap menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang bersumber dari Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan karakter siswa. Salah satu kisah yang ia sampaikan kepada para pelajar adalah kisah tentang kaum Nabi Luth.
“Saya juga mencoba mengutip salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang menceritakan bagaimana kaum Nabi Luth mendapatkan azab dari Allah SWT karena melakukan perbuatan yang melanggar larangan-Nya,” katanya.
Lebih lanjut, Imam Syafi’i menyampaikan bahwa dalam waktu dekat dirinya berencana menginisiasi langkah konkret dengan mengajak para kepala sekolah tingkat SMA untuk berdiskusi bersama mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Ia mengungkapkan akan mencoba berkomunikasi dengan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Lampung Barat guna mengadakan pertemuan khusus yang membahas berbagai isu pendidikan dan sosial yang berkembang di kalangan pelajar.
“InsyaAllah dalam waktu dekat saya akan mencoba menyampaikan kepada Ketua MKKS SMA Negeri Lampung Barat agar dapat mengadakan pertemuan bersama guna membahas persoalan-persoalan yang berkembang, salah satunya isu LGBT ini,” pungkasnya.
Ia berharap melalui dialog antara para pendidik, tokoh masyarakat, serta pemangku kebijakan daerah, dapat ditemukan langkah-langkah edukatif yang tepat untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda di Lampung Barat.
Menurutnya, perhatian terhadap masa depan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, organisasi keagamaan, dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
HAMDAN