Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, kembali menjadi sorotan publik. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, komitmen Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menjadikan ruas jalan Batabual sebagai salah satu prioritas dinilai sebagai langkah strategis yang patut diapresiasi.
Anggota DPRD Buru Rustam Fadly Tukuboya, SH, menegaskan bahwa perjuangan masyarakat untuk mendapatkan akses jalan dan jembatan yang layak bukanlah hal baru. Aspirasi ini, menurutnya, telah disuarakan sejak puluhan tahun lalu, bahkan sejak masa kepemimpinan gubernur-gubernur sebelumnya seperti Karel Ralahalu, Said Assagaff, hingga Murad Ismail.
“Ini bukan tuntutan baru. Sudah lama masyarakat Batabual menaruh harapan besar agar akses jalan dan jembatan dibangun. Karena itu, jika hari ini menjadi prioritas, ini adalah bagian dari perjuangan panjang masyarakat,” ujar Tukuboya, Minggu, (3/5/2026)
Ia juga menanggapi berbagai kritik yang dialamatkan kepada Gubernur Maluku terkait fokus pembangunan di wilayah tersebut. Menurutnya, kritik tersebut cenderung berlebihan dan tidak melihat realitas kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Terkadang kritik itu tidak proporsional. Padahal, kondisi infrastruktur di Batabual memang sangat membutuhkan perhatian serius. Ini bukan soal kepentingan sesaat, tapi menyangkut akses dasar masyarakat,” tegasnya.
Meski masa kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa baru berjalan sekitar satu tahun lebih, Tukuboya menilai kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sudah terlihat jelas. Bahkan, meskipun gubernur belum sempat mengunjungi langsung wilayah Batabual, berbagai kebijakan dan terobosan untuk memperjuangkan anggaran pembangunan dinilai cukup konkret.
Salah satu langkah nyata yang disoroti adalah upaya Pemerintah Provinsi Maluku dalam mengajukan pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Skema pinjaman ini direncanakan untuk mendukung pembangunan sejumlah proyek strategis, termasuk ruas Jalan Batabual.
“Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah. Di tengah keterbatasan anggaran, masih ada upaya mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan,” tambah Tukuboya.
Masyarakat Batabual kini berharap agar rencana pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan. Infrastruktur jalan dan jembatan dinilai sangat vital untuk membuka akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Dengan masuknya jalan Batabual sebagai prioritas, harapan lama masyarakat perlahan menemukan titik terang. Kini, publik menanti realisasi nyata dari komitmen tersebut di lapangan.