BANYUWANGI, MEDIAISTANA.COM – Kondisi jalan umum menuju Dusun Tanah Los, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, semakin memprihatinkan. Derasnya aliran sungai yang berada tepat di sisi badan jalan terus menggerus tanah penyangga hingga menyebabkan sebagian badan jalan ambles dan menyisakan lebar sekitar satu meter.
Kondisi ini bukan lagi persoalan kerusakan jalan biasa. Ancaman terputusnya akses masyarakat kini berada di depan mata.
Apabila tidak segera ditangani, pengikisan yang terus berlangsung berpotensi menyebabkan badan jalan ambrol sepenuhnya. Dampaknya, mobilitas masyarakat dapat terganggu, bahkan bukan tidak mungkin warga Dusun Tanah Los menghadapi ancaman terisolasi.
JALAN SEMAKIN SEMPIT, KESELAMATAN WARGA JADI TARUHAN
Berdasarkan dokumentasi kondisi di lapangan pada Senin (2/11/2026), terlihat kerusakan cukup serius pada badan jalan yang berbatasan langsung dengan aliran sungai.
Tanah di bagian tepi jalan tampak tergerus, sementara sejumlah bagian konstruksi jalan mengalami keretakan dan ambles. Aliran air yang cukup deras menjadi ancaman terhadap kestabilan tanah di sekitar badan jalan.
Dengan kondisi jalan yang diperkirakan hanya tersisa sekitar satu meter, risiko bagi masyarakat yang melintas tidak bisa dianggap remeh.
Terlebih ketika hujan turun dan debit air sungai meningkat, potensi pengikisan lanjutan perlu diwaspadai.
Pertanyaannya, sampai kapan masyarakat harus menghadapi kondisi jalan yang membahayakan ini?
Apakah harus menunggu badan jalan benar-benar putus, kendaraan terperosok, atau akses masyarakat lumpuh total, baru dilakukan penanganan?
PEMERINTAH DESA DAN WARGA SUDAH TURUN KE LOKASI
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Kepala Desa Tamansari, Kepala Dusun Tanah Los, anggota BPD Tamansari, Ketua RT, bersama masyarakat setempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Koordinator Kecamatan Baristan, Slamet Hariyanto.
Kehadiran unsur pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat menunjukkan bahwa persoalan ini membutuhkan perhatian serius serta penanganan lintas instansi.
Peninjauan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat secara langsung tingkat kerusakan dan ancaman terhadap akses jalan masyarakat.
Namun, masyarakat tentu tidak cukup hanya membutuhkan kunjungan dan dokumentasi. Yang paling dibutuhkan saat ini adalah langkah konkret berupa penanganan teknis dan pembangunan pengaman yang mampu menghentikan pengikisan.
DINAS PENGAIRAN JANGAN TUTUP MATA, BUPATI DIMINTA TURUN TANGAN
Melalui pemberitaan ini, masyarakat berharap Bupati Banyuwangi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya instansi yang membidangi pengairan dan infrastruktur sumber daya air, segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.
Persoalan ini perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis di lapangan.
Beberapa langkah penanganan yang perlu dipertimbangkan sesuai hasil kajian teknis antara lain:
1. Melakukan pemeriksaan kondisi tebing sungai dan struktur tanah penyangga jalan.
2. Melakukan pengamanan darurat pada bagian jalan yang rawan ambrol.
3. Membangun penguatan tebing sungai menggunakan bronjong atau konstruksi penahan sesuai kebutuhan teknis.
4. Memastikan aliran sungai tidak terus menggerus fondasi badan jalan.
5. Menyusun program penanganan permanen agar kerusakan serupa tidak terus berulang.
Penanganan harus dilakukan secara tepat, bukan sekadar menutup bagian jalan yang rusak dengan material seadanya.
Sebab, apabila akar persoalan berupa pengikisan tebing sungai tidak ditangani, kerusakan berpotensi kembali terjadi meskipun jalan telah diperbaiki.
JANGAN SAMPAI WARGA MENJADI KORBAN KARENA LAMBATNYA PENANGANAN
Jalan umum merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Akses tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas sehari-hari warga.
Karena itu, ancaman putusnya jalan menuju Dusun Tanah Los harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Masyarakat tidak sedang meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap mendapatkan akses jalan yang aman dan layak digunakan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diharapkan tidak menunggu sampai kerusakan semakin parah untuk mengambil tindakan.
Justru sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, langkah antisipasi harus segera dilakukan.
MEDIA ISTANA.COM: KESELAMATAN MASYARAKAT HARUS MENJADI PRIORITAS
Persoalan ini patut menjadi perhatian bersama. Jangan sampai kondisi jalan yang hari ini masih bisa dilewati, beberapa waktu kemudian benar-benar terputus akibat pengikisan yang tidak segera ditangani.
Kini masyarakat Dusun Tanah Los menunggu respons nyata dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi dan dinas terkait diharapkan segera turun ke lapangan, melakukan evaluasi teknis, serta menentukan langkah penanganan yang tepat.
Jangan menunggu jalan putus baru bergerak. Jangan menunggu korban baru bertindak. Keselamatan masyarakat harus ditempatkan di atas segalanya.
MEDIAISTANA.COM
Tajam, Berimbang dan Berani Mengungkap Fakta.
Reporter:Slamet hariyanto
Penulis : kevin