Singkawang, Kalbar — Mediaistana.com Menyambut Hari Jadi ke-25 Pembentukan Kota Singkawang Tahun 2026, berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan sepanjang September hingga Oktober 2026. Momentum peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi titik evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kinerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat komitmen terhadap pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Jumat 09/10/2026
Dalam agenda yang diumumkan melalui publikasi rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Singkawang, sejumlah kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, di antaranya kegiatan budaya, upacara HUT Pemkot Singkawang pada 17 Oktober, pesta rakyat, Singkawang Trail Wisata pada 24 Oktober, serta Singkawang Night Run pada 31 Oktober 2026.
Menanggapi momentum tersebut, Hendra E SH dari LP-KPK Kalimantan Barat menegaskan bahwa peringatan hari jadi kota seharusnya menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan, mengukur kinerja aparatur, dan memastikan penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Hari Jadi ke-25 Kota Singkawang jangan hanya dimaknai sebagai perayaan dan kegiatan seremonial. Ini harus menjadi momentum untuk berbenah, memperbaiki kinerja pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran,” tegas Hendra.
Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak cukup diukur dari kemeriahan acara, banyaknya kegiatan, atau besarnya anggaran yang dialokasikan. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah sejauh mana pembangunan dirasakan masyarakat, pelayanan semakin mudah diakses, persoalan publik ditangani secara serius, dan anggaran daerah dikelola secara transparan serta akuntabel.
Benahi Kinerja, Jangan Abaikan Aspirasi Masyarakat
Hendra menilai pemerintah daerah harus menjadikan kritik, saran, dan laporan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Aparatur pemerintah, menurutnya, perlu bekerja secara profesional, responsif, terbuka terhadap pengawasan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap program pembangunan harus memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Pemerintah harus berani melakukan evaluasi internal. Jika ada program yang belum maksimal, perbaiki. Jika ada pelayanan yang lambat, benahi. Jika ada pengaduan masyarakat, tindak lanjuti secara serius. Jangan sampai masyarakat terus menyampaikan persoalan, tetapi penyelesaiannya tidak jelas,” ujarnya.
Perkuat Pengawasan dan Berantas Korupsi
Selain perbaikan kinerja, Hendra menekankan pentingnya memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan keuangan dan pelaksanaan proyek pembangunan di Kota Singkawang.
Ia mendorong agar setiap penggunaan APBD dilaksanakan sesuai ketentuan, didukung dokumen yang lengkap, terbuka terhadap pemeriksaan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.
Menurutnya, pencegahan korupsi harus dilakukan melalui transparansi anggaran, pengawasan internal yang efektif, keterbukaan informasi publik, tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan, dan penegakan hukum apabila ditemukan bukti pelanggaran.
“Kami mendorong pemerintah memperkuat sistem pencegahan korupsi. Setiap rupiah uang rakyat harus digunakan sesuai peruntukannya. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan, harus ditelusuri berdasarkan data dan bukti, kemudian ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku. Jangan ada pembiaran terhadap pelanggaran,” tegasnya.
Hendra juga mengingatkan bahwa predikat atau penghargaan yang diterima pemerintah daerah tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Evaluasi dan pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan kualitas belanja, kepatuhan terhadap aturan, serta manfaat pembangunan benar-benar terjaga.
Hari Jadi Harus Membawa Manfaat Nyata
Dalam momentum Hari Jadi ke-25 ini, Hendra berharap Pemkot Singkawang dapat menjadikan peringatan tersebut sebagai awal penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan bertanggung jawab.
Ia juga mendorong DPRD, aparat pengawasan, lembaga penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, media, dan masyarakat untuk menjalankan fungsi masing-masing secara konstruktif demi memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan publik.
“Perayaan boleh meriah, kegiatan boleh banyak, tetapi hasil pembangunan harus nyata. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang baik, infrastruktur yang berkualitas, pengelolaan anggaran yang transparan, serta pemerintahan yang berani memperbaiki kekurangan,” katanya.
Menurut Hendra, usia ke-25 merupakan momentum penting bagi Kota Singkawang untuk memperkuat fondasi pembangunan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Harapan kami, Singkawang semakin maju bukan hanya dalam slogan, tetapi juga dalam tata kelola pemerintahan. Benahi kinerja, perkuat pengawasan, tutup celah korupsi, dan tempatkan kepentingan masyarakat di atas segala-galanya. Itulah makna peringatan hari jadi yang sesungguhnya,” pungkas Hendra E SH dari LP-KPK Kalbar.
Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Singkawang diharapkan menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen daerah untuk membangun kota yang lebih baik, dengan pemerintahan yang profesional, pembangunan yang berkualitas, serta pengelolaan keuangan yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber:Hendra.E
Publish:Dea Ar