26.5 C
Jakarta
BerandaBertaJEMBATAN SEI NIBUNG KUTAI TIMUR DARI RENCANA 2014 HINGGA PROGRES 95% TANPA...

JEMBATAN SEI NIBUNG KUTAI TIMUR DARI RENCANA 2014 HINGGA PROGRES 95% TANPA INDIKASI KORUPSI

Media Istana 26 Januari 2026. Proyek pengembangan Jembatan Sei Nibung yang menghubungkan Desa Kadungan Jaya Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan Kecamatan Sangkulirang serta melibatkan wilayah Desa Pegadan Baru, Kutai Timur memiliki perjalanan panjang mulai dari perencanaan hingga tahap akhir pembangunan. Meskipun pernah mengalami terhenti dan keterlambatan, proyek ini tidak ditemukan indikasi korupsi dan terus diperjuangkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah.

Pertama kali di rencanangkan setelah studi kelayakan teknis, lingkungan dan sosial ekonomi selesai pada tahun 2013, sebelumnya, pembangunan infrastruktur di Kutai Timur lebih fokus pada jalan raya utama dan jembatan di kawasan pusat kota. Pada tahun 2010-an, pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang semakin pesat, terutama di sektor perkebunan dan hasil hutan, sehingga kebutuhan akan akses transportasi lebih baik menjadi mendesak.

Pada tahun 2014, proyek resmi dimulai dengan rancangan awal panjang jembatan sekitar 150 meter. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kutai Timur, menjadi pihak pengelola dengan dukungan konsultan teknik CV ADEF ENGINEERING yang telah menyelesaikan studi kelayakan. Pada Desember 2014, proyek mendapatkan izin lingkungan berupa Rekomendasi UKL-UPL Nomor 180/219/GK/XII/2014 dan Keputusan Izin Lingkungan Nomor 660/K.1029/2014 dari Bupati Kutai Timur. Namun, nama kontraktor pelaksana pada tahap ini tidak diumumkan secara publik.

PERUBAHAN RANCANGAN DAN KELANJUTAN PROYEK TAHUN 2023

Proyek sempat terhenti hingga tahun 2023 ketika dilakukan Ground Breaking untuk melanjutkan pembangunan dengan rancangan yang lebih besar. Menurut informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur pada November 2025, spesifikasi yang disempurnakan yakni :

Panjang total ( akses jalan + jembatan ) 5.393,80 meter.

Panjang Jalan akses 5.003,80 meter

Panjang Jembatan 399 meter

Lebar Jembatan 11 meter

Bentang Utama 150 meter ( rangka baja lengkung )

Kelas Jembatan : Kelas A

Wilayah proyek ini mencakup Desa Pegadan Baru ( Kecamatan Kaubun ), Desa Tepian Terap, Desa Sempayau ( Kecamatan Sangkulirang ) dan Desa Batu Lepoq ( Kecamatan Karangan ). Anggaran proyek sekitar Rp 104 miliar dialokasikan dari APBD Provinsi Kalimantan Timur dengan target penyelesaian awal tahun 2023. Pada Mei 2024 proses pengadaan untuk pengawasan teknik jalan akses jalan dilakukan dengan pagi anggaran sebesar Rp 996.376.182.

Pada maret 2024, progres pembangunan mencapai 95%, namun masih mengalami keterlambatan dari target awal. Menurut Kepala Dinas PUPR – PERA Provinsi Kalimantan Timur Aji Muhammad Fitra Firnanda, penyebabnya adalah kinerja kontraktor yang tidak maksimal. Sebagai konsekuensi, kontraktor dikenakan denda sebesar 1 per mil dari nilai kontrak per hari sesuai Peraturan Gubernur Nomor 71 Tahun 2013 dan masa kerja proyek diperpanjang. Jika kontraktor tidak dapat menyelesaikan pekerjaan hingga batas waktu yang ditetapkan, pihak terkait dapat memasukkanya ke dalam daftar hitam.

Sampai saat ini, tidak terdapat laporan resmi dari KPK dan BPK yang menyatakan adanya indikasi korupsi pada proyek Jembatan Sei Nibung.

Proyek Jembatan Sei Nibung bertujuan untuk memperpendek jarak tempuh antara wilayah Kaubun dengan Sangkulirang dan Kabupaten Berau, serta memperlancar lalu lintas dan perekonomian masyarakat. Meskipun mengalami hambatan, upaya untuk menyelesaikan proyek terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan secepat mungkin.

RESMI BEROPERASI, PERKUAT KONEKTIVITAS DAN DAYA SAING EKONOMI WILAYAH

Setelah melalui proses pembangunan selama lebih dari satu tahun, Jembatan Sei Nibung resmi beroperasi dan dapat digunakan oleh masyarakat luas. Pembangunan jembatan ini menjadi tinggal penting dalam meningkatkan aksesibilitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat dibagian selatan Kabupaten Kutai Timur.

Dengan beroperasinya Jembatan Sei Nibung, masyarakat langsung merasakan manfaat signifikan. Ana – anak sekolah kini dapat pergi ke sekolah dengan lebih aman dan tepat waktu. Sementara para petani dan nelayan dapat memasarkan hasil produksinya dengan lebih efisien.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kutim, Ir Bambang Wijaya saat Media Istana bertamu di ruang kerjanya menjelaskan bahwa jembatan ini dibangun dengan standar nasional dan di rancang untuk bertahan hingga puluhan tahun ke depan. ” Kita menggunakan beton berkualitas tinggi dan struktur baja yang tahan korosi agar jembatan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. ” Ungkap Bambang

Salah satu masyarakat yang tinggal di Desa Sei Nibung, Siti Aminah ( 45 tahun ) merupakan petani kelapa sawit, mengungkapkan rasa syukurnya. Kepada Media Istana Siti Aminah mengatakan ” Sebelumnya, jika musibah hujan, jalan akan banjir dan kami harus menunggu berhari – hari agar bisa menjual hasil kebun. Sekarang dengan adanya jembatan ini, kami bisa membawa hasil panen kapan saja ke pasar di kaubun atau bahkan ke sanggata. ” Ungkapnya dengan senang hati.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur Drs H Ardiansyah Sulaiman, M. Si. Yang menghadiri acara peresmian Jembatan Sei Nibung menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan. ” Jembatan Sei Nibung bukan hanya struktur beton dan baja, melainkan jembatan harapan bagi masyarakat Kaubun untuk meraih kemajuan. Kita berharap dengan akses yang lebih baik, potensi wilayah ini dapat tumbuh maksimal dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Kutim. Ucap Bupati dalam sambutannya.

Aroel mandang

 

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!