Oleh: Muhamad Daniel Rigan
Jumat pertama di awal Ramadan selalu terasa berbeda. Pagi datang dengan cahaya yang lebih lembut, seakan langit ikut menundukkan diri menyambut bulan suci. Angin berembus pelan membawa doa-doa yang dipanjatkan sejak sahur, sementara hati-hati yang berpuasa belajar kembali arti sabar dan syukur.
Di hari yang mulia ini, Jumat bertemu Ramadan dalam satu pelukan berkah. Langkah-langkah menuju masjid terasa lebih ringan, saf-saf shalat lebih rapat, dan lantunan ayat suci terdengar lebih syahdu. Setiap dzikir mengalir seperti embun yang menenangkan jiwa, membersihkan prasangka, melembutkan kata, dan menuntun hati kembali pada cahaya-Nya.
Jumat berkah di awal Ramadan adalah pengingat yang indah: bahwa kita selalu punya kesempatan untuk memulai lagi. Memperbaiki niat, memperbanyak maaf, memperluas sedekah, dan memperdalam cinta kepada Allah. Seperti fajar yang tak pernah lelah terbit, rahmat-Nya pun tak pernah lelah menyapa hamba yang kembali.
Semoga di Jumat yang penuh kemuliaan ini, setiap doa yang terangkat di sela-sela puasa menjadi pintu ampunan. Setiap sabar yang dijaga menjadi ladang pahala. Dan setiap hati yang berharap, menemukan jawabannya dalam cara terbaik menurut-Nya.
Selamat menikmati Jumat berkah di awal Ramadan. Semoga langkah kita ringan menuju kebaikan, dan Ramadan ini menjadi awal dari diri yang lebih bersih, lebih kuat, dan lebih dekat dengan-Nya.