Kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar. Terkadang, kepedulian justru lahir dari tindakan sederhana yang manfaatnya langsung dirasakan oleh banyak orang.
Semangat itulah yang ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Buru melalui kegiatan Jumat Berkah dengan melakukan penambalan sejumlah titik jalan berlubang menggunakan material semen, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung Wakapolres Buru, Kompol Jufri Djawa, bersama personel Polres Buru yang turun ke lapangan untuk memperbaiki bagian jalan yang mengalami kerusakan.
Aksi ini bukan sekadar kegiatan rutin mengisi agenda Jumat Berkah.
Lebih dari itu, terdapat pesan kepedulian bahwa polisi tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan penegakan hukum dan pengamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan sentuhan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Jalan berlubang merupakan persoalan yang kerap dianggap sepele. Padahal, bagi pengendara sepeda motor maupun pengguna kendaraan lainnya, lubang di badan jalan dapat menjadi ancaman keselamatan. Terlebih ketika hujan turun, lubang-lubang tersebut sering kali tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara.
Tidak sedikit kecelakaan berawal dari persoalan infrastruktur yang luput dari perhatian. Karena itu, langkah Polres Buru melakukan penambalan jalan dengan semen patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin tinggi, kehadiran polisi melalui aksi sosial seperti ini memberikan gambaran bahwa pengabdian tidak semata-mata diukur dari keberhasilan mengungkap tindak pidana, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Polisi Bukan Hanya Menjaga, tapi Juga Peduli
Kegiatan Jumat Berkah ini sekaligus mempertegas bahwa Polri merupakan bagian dari masyarakat. Polisi tidak boleh berjarak dengan rakyat, sebab kepercayaan publik tumbuh bukan hanya melalui kata-kata, melainkan melalui tindakan yang nyata.
Apa yang dilakukan Wakapolres Kompol Jufri Djawa bersama personel Polres Buru menjadi contoh bahwa kepedulian tidak harus menunggu instruksi besar ataupun anggaran yang fantastis. Dengan semangat gotong royong, persoalan kecil yang mengganggu kepentingan umum pun dapat menjadi perhatian bersama.
Memang, penambalan menggunakan semen bukanlah solusi permanen untuk seluruh kerusakan infrastruktur jalan. Pemerintah dan instansi teknis tetap memiliki tanggung jawab melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dan sesuai standar konstruksi.
Namun, langkah sederhana ini patut dilihat sebagai bentuk kepedulian sekaligus pengingat bahwa keselamatan masyarakat membutuhkan perhatian semua pihak.
Sebab, jalan yang baik bukan hanya tentang kelancaran perjalanan, tetapi juga tentang keselamatan manusia yang setiap hari melintasinya.
Jumat Berkah Polres Buru kali ini mengajarkan satu hal penting: pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, menutup sebuah lubang di jalan pun dapat menjadi jalan untuk menumbuhkan kepercayaan dan mendekatkan polisi dengan rakyat.
(Mus Latuconsina)