Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
Sejumlah jurnalis dikabarkan mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat melakukan peliputan sebuah kegiatan yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Oknum team KDM yang belakangan diketahui bernama Cecep Hasyim itu dengan lantang berbicara menggunakan mikrofon, dengan nada merendahkan.
“Itu 4 orang yang duduk di situ kira kira pantes ga?”. “Kalian pikir kalian siapa berani beraninya duduk di situ!” Kemudian oknum tersebut mengajak ribuan warga yang menonton untuk menjawab “ibu ibu, bapak bapak, kira kira orang orang ini pantas ga duduk di sini”.
Terdengar adanya sorakan dari warga kepada para wartawati hingga memaksa mereka menyingkir dari area pengambilan gambar. Padahal, berdasarkan keterangan yang dihimpun, acara inti saat itu disebut belum dimulai dan para jurnalis tengah menjalankan tugas peliputan.
Insiden tersebut menuai sorotan publik karena dinilai mencederai kebebasan pers serta tidak menghormati kerja jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sejumlah jurnalis di Kota Bogor pun mengecam sikap sejumlah oknum yang dinilai bertindak berlebihan terhadap awak media.
“Nggak perlu jadi anjing herdernya KDM, dia sudah galak kok dan dicintai warga tanpa perlu protokol berlebihan. Teman-teman jurnalis yang sedang bertugas tidak perlu diusik,” ujar sejumlah jurnalis di Kota Hujan.
Alih-alih mendapatkan ruang kerja yang layak, sejumlah jurnalis justru mengaku menerima perlakuan kasar dan intimidatif dari oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun panitia penyelenggara.
Peristiwa ini memunculkan keprihatinan di kalangan insan pers. Mereka menilai aparat maupun panitia seharusnya dapat memberikan ruang kerja yang aman dan profesional bagi wartawan yang tengah menjalankan fungsi jurnalistik di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun instansi terkait mengenai insiden tersebut.