Di tengah keterbatasan anggaran dan harapan masyarakat akan akses transportasi yang lebih baik, Kepala Desa Lemanpoli, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Buru, Rian Wamese mengambil langkah konkret dengan menggandeng PT Gema Hutan Lestari (GHL) untuk membantu melakukan pembukaan dan perbaikan jalan tanah menuju desa tersebut.
Sejak Rabu (24/6/2026), alat berat milik PT GHL mulai bekerja menggusur dan meratakan ruas jalan sepanjang kurang lebih tujuh kilometer yang menghubungkan pertigaan Jalan Danau Rana dengan Desa Lemanpoli. Ruas jalan tersebut selama ini menjadi keluhan masyarakat karena kondisinya yang rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Inisiatif ini mendapat apresiasi warga karena dinilai sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Akses jalan yang memadai bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempercepat akses pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Kepala Desa Lemanpoli Rian Wamese menyadari bahwa menunggu pembangunan jalan melalui mekanisme anggaran pemerintah sering kali membutuhkan waktu yang panjang.
Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, menjadi langkah yang ditempuh demi kepentingan masyarakat.
Di lapangan, proses pekerjaan berlangsung dengan pengawasan berbagai pihak untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai tujuan. Babinsa Desa Lemanpoli Sedek Duila turut hadir melakukan pemantauan selama proses pekerjaan berlangsung, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Masyarakat setempat berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik sehingga akses menuju Desa Lemanpoli menjadi lebih mudah dan aman dilalui kendaraan. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang kurang memadai menjadi salah satu hambatan utama bagi aktivitas warga.
Langkah Kepala Desa Lemanpoli ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu. Ketika ada kemauan, komunikasi yang baik, dan semangat gotong royong antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak swasta, berbagai persoalan yang selama ini dianggap sulit dapat mulai diatasi.
Bagi warga Lemanpoli, alat berat yang kini bekerja di jalur menuju desa bukan sekadar menggusur tanah dan semak belukar. Ia membawa harapan baru bahwa keterisolasian perlahan mulai berakhir, dan bahwa pembangunan dapat hadir melalui kepedulian serta kolaborasi yang nyata di lapangan.
(Mus Ltc)