26.8 C
Jakarta
BerandaBertaKAKAO BERAU TAK HANYA BUAH TAPI JALAN MENUJU MIMPI PETANI

KAKAO BERAU TAK HANYA BUAH TAPI JALAN MENUJU MIMPI PETANI

Media Istana. 28 februari 2026

Kampung Rantau Panjang dan beberapa daerah lain di Kabupaten Berau kini semakin dikenal bukan hanya karena kekayaan alam bawah tanahnya, melainkan juga sebagai sumber kakao berkualitas tinggi yang membawa perubahan nyata bagi kehidupan petani. Program kepelatihan kakao yang digalakkan PT Berau Coal melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah berhasil mengubah nasib ratusan petani, bahkan menjadi harapan bagi mereka yang memiliki mimpi seperti Zaenuddin dari Kampung Rantau Panjang yang bertekad menjadi petani kakao sukses.

Dari hasil jerih payahnya setelah merantau dari Malaysia, zaenuddin mencoba menanam tanaman jangka pendek untuk menghasilkan uang. Dengan sebidang tanah yang dibeli dari hasil menanam sayur mayur, zaenuddin beralih ke tanaman kakao. Dengan informasi serta bimbingan dari Samuel salah satu penggagas tanaman kakao di Berau, berhasil merubah hidupnya dari pekerja kakao di Malaysia menjadi petani kakao yang sukses di Berau.

Dimulai sejak tahun 2010, program ini terus berkembang dari tahap awal yang fokus pada teknik penanaman dan perawatan, hingga kini mencakup rantai nilai lengkap dari hulu hingga hilir. Sejak 2016, pelatihan diperluas ke pengolahan pascapanen, dan pada 2017 didirikan entitas Berau Cocoa untuk mengelola pemasaran produk hingga ke pasar lokal dan internasional.

Pada April 2025 lalu, sebanyak 132 peserta termasuk mahasiswa mengikuti Sekolah Lapang Kakao selama empat hari, yang digelar bersama BMKG Berau. Peserta diajarkan tentang Good Agricultural Practices (GAP) serta cara mengelola tanaman dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan iklim. Tak hanya itu, pada September 2025, bersama Sahabat Cipta, perusahaan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Agroforestri selama tujuh hari dengan 26 peserta dari berbagai kampung binaan termasuk Rantau Panjang, bertujuan menciptakan pelatih lokal yang dapat terus memberikan pembinaan di wilayahnya.

Sebelumnya pada Juli 2024, juga diselenggarakan sekolah lapang GAP bersama Puslitkoka dengan 46 peserta, yang memberikan pembekalan materi dan praktik langsung di lapangan. Selain pelatihan, dukungan berupa bibit unggul, kompos, dan pupuk juga terus tersalurkan – hingga Agustus 2025 telah terdistribusi sebanyak 155.368 bibit kakao ke 343 petani.

Petani seperti Agus dari Gunung Tabur dan Nanie dari KAT Maning KM 41 mengaku mendapatkan manfaat besar dari program ini. “Pengetahuan baru yang kita dapatkan membuat hasil panen lebih baik dan kualitas kakao kita meningkat,” ujar Agus.

Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, namun juga mendukung pertanian berkelanjutan dan penghijauan, serta diharapkan menjadi penopang ekonomi Kabupaten Berau di era pasca tambang. Kakao Berau kini semakin dikenal memiliki kualitas yang tinggi dan permintaan yang besar di pasar, menjadikannya kebanggaan lokal yang membawa harapan bagi masa depan masyarakat.

Aroel mandang

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!