SULBAR Media Istana.com – Gerakan Barisan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) Sulawesi Barat melayangkan protes keras terkait krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Polewali Mandar (Polman). GEBRAK menduga kuat adanya praktik “main mata” sistematis antara mafia penimbun, oknum SPBU, hingga dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum.
Ketua GEBRAK Sulbar, Idham Nuzul Ibrahim, menegaskan bahwa kelangkaan ini telah mencekik ekonomi rakyat kecil, terutama petani dan nelayan, sementara para spekulan berpesta pora di atas penderitaan warga.
Kami menduga adanya pembiaran yang disengaja. Masyarakat menjerit karena antrean panjang dan stok kosong di SPBU, sementara di tingkat pengecer stok melimpah dengan harga selangit hingga Rp30.000 per botol. Ini tidak masuk akal!” tegas Idham (04/04).
GEBRAK secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya terhadap penanganan di tingkat lokal. Idham mendesak Kapolda Sulbar untuk segera mengambil alih penanganan kasus ini karena menilai Polres Polman seolah “mandul” dalam menindak mafia BBM.
Kami menduga adanya permainan oknum di Polres Polman sehingga terjadi pembiaran. Maka dari itu, kami minta Polda Sulbar segera turun tangan langsung. Tindak, tangkap, dan adili semua yang terlibat, termasuk jika ada dugaan oknum aparat yang ikut bermain di belakangnya,” tambah Idham
Selain penegakan hukum, GEBRAK juga menyasar hulu distribusi. Idham meminta Pertamina Pusat dan BPH Migas tidak tinggal diam melihat praktik pengisian jerigen kapasitas besar yang masih melayani para penimbun di SPBU wilayah Polman.
Jangan hanya beri teguran, langsung cabut izin operasional (PHU) SPBU yang terbukti bekerjasama dengan penimbun! Modus jerigen besar ini sudah rahasia umum dan menjadi pintu utama kelangkaan. Jika Pertamina tidak tegas, maka mereka ikut andil menyengsarakan rakyat,” jelasnya.
Situasi di Polman diperparah dengan maraknya informasi bohong (hoax) terkait kenaikan harga BBM yang memicu panic buying. Idham menegaskan bahwa pemerintah telah resmi merilis bahwa isu kenaikan itu tidak benar, namun isu tersebut sengaja digoreng oleh aktor penimbun untuk membenarkan harga eceran yang mencekik.
Kepolisian harus melakukan operasi pasar besar-besaran. Tangkap spekulan yang menjual jauh di atas harga resmi. Negara tidak boleh kalah oleh mafia BBM dan para pengkhianat rakyat yang memakai seragam maupun izin usaha untuk memperkaya diri sendiri,” pungkasnya.
GEBRAK Sulbar menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga distribusi BBM di Polman kembali normal dan seluruh aktor intelektual mafia bbm dipolman diseret ke meja hijau.