Aceh Timur – Mediaistana.com
Polemik bantuan sapi meugang yang disebut bersumber dari dana bantuan Presiden sebesar Rp7,5 miliar di Kabupaten Aceh Timur kini menjadi sorotan publik.
Nana Thama Ketua DPC.AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia) ikut menyorot persoalan tersebut yang sempat viral di media sosial setelah masyarakat menilai adanya kejanggalan dalam proses pengadaan sapi meugang kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Nana Thama juga mendesak aparat penegak hukum agar segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan Mark Up pengadaan sapi bantuan meugang tersebut. Jumat 6/3/2026
Desakan itu mencuat setelah berbagai video dan informasi beredar di media sosial yang memperlihatkan pembagian daging meugang kepada masyarakat dalam jumlah yang sangat sedikit.
Berdasarkan informasi sekitar 398 ekor sapi disebut didistribusikan untuk masyarakat Aceh Timur. Namun kalau kita lihat langsung kondisi sapi yang dibeli dari pihak Vendor sangat tidak sesuai dengan harga yang mahal.sebagian bahkan dinilai dalam kondisi sapi sangat kurus dan masih Anakan sapi.”kata Nana Thama
Contoh di Desa Kampung Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, misalnya, video beredar luas dimedsos masyarakat menyebut dua ekor sapi kurus dijual dengan harga sekitar Rp12 juta. Jika dihitung berarti satu ekor sapi diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp6 juta.”cetus nya
Ini sangat ironis setelah uang hasil penjualan sapi yang beredar dalam narasi berbentuk video dibagikan kepada warga hanya menerima sekitar Rp23 ribu per orang jika dihitung dari pembagian tersebut.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kampung Jawa, di mana dua ekor sapi kurus disebut harus dibagikan kepada sekitar 1.300 kepala keluarga (KK) sehingga jumlah daging yang diterima masyarakat sangat minim.
Akibatnya, warga sempat meluapkan kekecewaan kepada pemerintah desa karena dinilai tidak mampu menyediakan daging meugang sebagaimana tradisi yang biasa dilakukan masyarakat menjelang bulan Ramadhan.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat warga hanya mendapatkan daging sekitar 2 hingga 3 ons per orang, kondisi yang memicu kekecewaan dan pertanyaan di tengah masyarakat.
Situasi tersebut mulai dipertanyakan transparansi penggunaan dana bantuan sapi meugang yang nilainya mencapai Rp7,5 miliar.
Nana Thama Ketua AWPI menduga adanya praktik yang tidak wajar dalam pengadaan sapi tersebut, sehingga dirinya mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara terbuka.
“Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya masyarakat bisa menikmati daging meugang secara layak. Tapi yang terjadi justru warga hanya dapat sedikit sekali. Ini harus diusut,” ujar Nana Thama
Nana Thama juga meminta aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap persoalan ini dan segera memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan serta distribusi sapi meugang tersebut.
Jika dugaan penyimpangan benar terjadi, Nana Thama berharap aparat penegak hukum dapat menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.”seraya menutup keterangan nya
Tanggapan Kadis Disbunnak
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Aceh Timur, Murdhani, S.STP, M.Si, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp memberikan tanggapan singkat terkait isu yang berkembang di masyarakat.
Saat ditanya perincian menurut Murdhani, melalui pesan whatsapp mengatakan dengan singkat “Ada bang. Jumlah 398 ekor bang..bagi aja ya bang sm 7,5 milyar.
Jika di hitung maka harga satu ekor sapi mencapai 18,4 Juta.
dia juga menambahkan mengirim beberapa link berita media online. terkait klarifikasi dari dinas tersebut.