Pada tanggal 31 Januari 2026 menjadi hari bersejarah bagi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU),pasalnya pada tanggal tersebut Organisasi Masyarakat (Ormas)Islam terbesar di Indonesia genap berusia satu abad secara Masehi,atau 100 tahun sejak pertama kali didirikan.
Ketua Forum Komunikasi Diniyyah dan Takmilliyah (FKDT) kabupaten Subang H.Agus Rahayu S.Pd.i mengucapkan”Selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-100 atau satu abad.
Sejarah berdirinya NU tidak terjadi instan,melainkan melalui proses panjang yang dimulai sejak tahun 1914,pada masa itu sejumlah Kyai Muda seperti KH Wahab Hasbullah menginisiasi forum diskusi bernama Tashwirul Afkar,yang berarti Kawah Candradimuka Pemikiran,Forum ini juga dikenal dengan Nahdlatul Fikr atau kebangkitan Pemikiran”ungkap H.Agus Rahayu.
Sejak awal berdiri NU berperan sebagai wadah persatuan Ulama dan Santri untuk membingbing umat,secara moderat,toleran dan seimbang,NU juga aktif dalam bidang pendidikan,sosial,dan kemasyarakatan serta memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”ujarnya.
Semoga dengan Harlah NU yang ke-100 ini bisa memberikan manfaat bagi umat yang meliputi penguatan Akidah Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat(tawasuth),merawat tradisi Islam Nusantara serta memperkokoh persatuan dan kebangsaan”ungkapnya.
Nahdlatul Ulama (NU) di usianya yang ke-100 kali ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Ulama dan Santri dalam merawat dunia dan peradaban yang berakhlak”pungkas H.Agus Rahayu.