Garut, Mediaistana.com – Ketua Gapoktan Bersama Bagendit (Meliputi 15 Desa), Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Haji Sumarna, mendukung pogram Presiden RI, untuk ketahanan pangan dalam negeri. Ia, merupakan seorang petani dan pengusaha hasil pertanian yang menggeluti dunia pertanian sejak Tahun (1998 – 2026). Senin (19/01/2026)

“Klasifikasi Petani Kecamatan Banyuresmi”
Menurut Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Bersama Bagendit Haji Sumarna, di wilayah Kecamatan Banyuresmi kurang lebih ada enam ribu (6.000) para petani, lahan garapan pertanian untuk lahan darat/ kebun seluas (2.278) H, dengan katagori penanaman antara lain; (50%) jagung, (40%) cabai dan tomat, dan lain-lain, serta (10%) kacang-kacangan.
Lahan darat untuk Desa Bagendit 106 H, Banyuresmi 50 H, Binakarya 186 H, Cimareme 112 H, Cipicung 50 H, Dangdeur 148 H, Karyamukti 127 H, Karyasari 106 H, Pamekarsari 212 H, Sukakarya 356 H, Sukalaksana 202 H, Sukamukti 198 H, Sukaraja 355 H, Sukaratu 60 H, Sukasenang 10 H, Total (2.278) H.
Sementara untuk lahan sawah seluas (1.124) H, antara lain penanaman padi (80%), dan jagung (20)%. Lahan sawah Desa Bagendit 101 H, Banyuresmi 85 H, Binakarya 91 H, Cimareme 76 H, Cipicung 52 H, Dangdeur 62 H, Karyamukti 71 H, Karyasari 82 H, Pamekarsari 101 H, Sukakarya 10 H, Sukalaksana 36 H, Sukamukti 76, Sukaratu 132, Sukasenang 149 H total (1.124) H, ucap Ketua Gapoktan Bagendit.
“Permodalan dan Jaminan Petani dan Hasil Tanam Jagung Mencapai (80)% – (100)%”
Haji Sumarna menjelaskan, mengenai permodalan, Pemerintah Pusat dan Daerah melalui Bank Himbara (Bank BRI, BNI dan Bank Mandiri), membantu dengan memberikan pinjaman modal usaha terhadap para petani sesuai ketentuan yang berlaku, disertai komitmen dan tanggung jawab.
Mengenai jaminan atau asuransi terhadap kegagalan hasil panen petani jagung dan padi, rata-rata tidak mengikuti asuransi, meskipun sudah ada penawaran saat sosialisasi tahun 2015. Diharapkan kedepan para petani bisa mengikuti program asuransi yang diberikan oleh pihak Bank Himbara, agar saat ada bencana alam dan gagal panen karena hama, semua biasa terjamin.
Secara khusus petani jagung di Desa Dangder, dari luas 148 H, tingkat keberhasilan saat panen jagung rata-rata menghasilkan jagung kurang lebih mencapai 800 Ton (80%) – 1000 Ton (100 %) berhasil. Tahun 2026 target panen Raya diperkirakan di bulan Maret.

“Penyaluran Hasil Panenan ke Bulog dan Pasar Induk”
Hasil panen jagung, sesuai arahan Pemerintah Pusat melalui Zoom Meeting (berkomunikasi, dan berkolaborasi secara virtual), dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, untuk penjualan jagung melalui Bulog di Kabupaten Garut, dengan harga setandar pasaran dengan ketentuan yang ketat.
Diharapkan Pemerintah Pusat, melalui Bulog dapat menerima hasil panen jagung, dengan harga yang lebih tinggi dari pasaran, guna membantu para petani dipedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dorongan kepada para petani.
Hasil panen palawija lain dan sayuran, sebagai Ketua Gapoktan, tentunya bertanggung jawab terhadap para petani dalam penerimaan hasil panen baik sedikit maupun banyak. Alhamdulillah, proses penjualan baik kepasar di Daerah maupun kepasar Induk Jakarta, untuk menjaga kestabilan ketersediaan bahan pangan di daerah maupun di kota.

“Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Sumur Artesis Bagi Kelompok Tani”
Kepada Presiden RI, Bapak Haji Prabowo Subianto, Saya mengucapkan terimakasih atas keseatabilan pupuk bersubsidi untuk para petani, melalui tim monitoring dari pihak UPT Pertanian, Dinas Pertanian dan pihak Kepolisan.
Satu hal penting dalam proses pengairan tanaman jagung dan padi, kami berharap ada penambahan sarana infrastruktur sumur artesis, untuk pengairan para petani saat terjadi kemarau panjang, agar pertanian tetap stabil bertani dengan target dua sampai tiga kali panen, pungkasnya.
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)