Kisah Asmita Tamang, Siswi SMP di Nepal yang Tetap Bersekolah Sambil Menggendong Adik, Mengundang Simpati Dunia
Mediaistana.com –Jakarta (07/07/2026) Sebuah video di Instagram rianitanovianah, yang memperlihatkan seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Nepal datang ke sekolah sambil menggendong adiknya yang masih berusia sekitar 1,5 tahun menjadi perhatian publik dan menyentuh hati banyak orang.
Siswi tersebut diketahui bernama Asmita Tamang. Dalam video yang beredar, Asmita tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar meski harus membawa adiknya ke ruang kelas.
Kondisi itu terjadi setelah ibunya meninggal dunia. Sementara sang ayah harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga Asmita mengambil tanggung jawab merawat adiknya di usia yang masih sangat muda.
Pemandangan tersebut bukan sekadar memperlihatkan seorang kakak yang mengasuh adiknya. Di balik langkahnya menuju sekolah, tersimpan kisah kehilangan, tanggung jawab, serta beban hidup yang seharusnya belum dipikul oleh seorang anak seusianya.
Dalam video itu, ketika seorang guru menanyakan kondisi yang dialaminya, Asmita tampak tak mampu menahan air mata. Momen tersebut menggambarkan kesedihan yang masih membekas sekaligus perjuangan seorang anak yang berusaha tetap bertahan di tengah keterbatasan.
Meski dihadapkan pada situasi yang sulit, Asmita memilih untuk tetap melanjutkan pendidikannya. Keputusan itu menjadi simbol semangat dan harapan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan.
Kisah Asmita juga mengingatkan bahwa masih banyak anak di berbagai belahan dunia yang harus memilih antara mengejar pendidikan atau memenuhi tanggung jawab keluarga. Mereka bukan kehilangan keinginan untuk belajar, melainkan kekurangan dukungan agar dapat terus mengenyam pendidikan tanpa mengorbankan kebutuhan keluarganya.
Video tersebut kemudian memicu perhatian luas dari masyarakat. Berbagai kalangan menyerukan agar pemerintah maupun lembaga sosial memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga-keluarga yang berada dalam kondisi serupa, sehingga anak-anak tetap dapat memperoleh hak mereka untuk belajar tanpa harus memikul beban yang melampaui usia mereka.
Kisah Asmita Tamang menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga tentang kesempatan. Setiap anak berhak memperoleh akses pendidikan yang layak, aman, dan bebas dari beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang dewasa.
Diambil dari kisah di Instagram: rianitanovianah.
Ditulis ulang oleh :
Baka perdana Kusuma.