Kompol H. Akmil Djapa Ingatkan Siswa Diktuk Bintara: Jangan Sampai Sukses di Dunia, Gagal di Akhirat

 

Dunia boleh dikejar, harta boleh dicari, jabatan boleh diraih, tetapi jangan sampai semua itu membuat manusia kehilangan arah menuju Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan Kabag Jarlat SPN Polda Maluku Kompol H. Akmil Djapa saat bertindak sebagai khatib Shalat Jumat di Masjid Al Iqro SPN Polda Maluku, Jumat, 18 September 2026.

Khutbah Jumat yang diikuti para Siswa Diktuk Bintara Polri dan personel SPN Polda Maluku itu mengangkat tema “Empat Cara Mengejar Akhirat.”

Kompol Akmil mengajak jamaah untuk melihat kembali makna kesuksesan. Menurut pesan khutbahnya, keberhasilan manusia tidak semestinya hanya diukur dari harta, jabatan, rumah, kendaraan maupun kedudukan di tengah masyarakat, tetapi juga dari amal yang dipersiapkan untuk kehidupan akhirat.

Pertama, Jangan Tinggalkan Shalat

Kompol Akmil mengingatkan jamaah agar sesibuk apa pun pekerjaan dan sebesar apa pun tanggung jawab yang diemban, shalat tidak boleh ditinggalkan.

“Sehebat apa pun pekerjaan kita, jangan tinggalkan shalat. Karena dunia tidak akan menyelamatkan kita ketika kita berdiri di hadapan Allah,” pesannya.

Shalat, dalam pesan khutbah tersebut, bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi menjadi pengingat bahwa manusia memiliki kehidupan yang lebih panjang daripada kehidupan dunia.

Kedua, Cari Rezeki yang Halal Pesan kedua adalah mencari rezeki yang halal.

Kompol Akmil mengingatkan bahwa banyaknya harta tidak selalu identik dengan keberkahan.

“Sedikit tetapi halal lebih baik daripada banyak tetapi haram,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seseorang tidak membawa pulang harta yang di dalamnya terdapat kezhaliman.

Sebab, apa yang diperoleh seseorang bukan hanya dinikmati oleh dirinya, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan keluarganya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa mencari nafkah bukan semata-mata tentang memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga menjaga keberkahan keluarga.

Ketiga, Sisihkan Harta untuk AkhiratCara ketiga adalah menyisihkan sebagian harta untuk kepentingan akhirat.

Sedekah, wakaf, membantu fakir miskin, anak yatim, masjid maupun orang-orang yang sedang mengalami kesulitan menjadi bagian dari amal yang dapat dilakukan selama masih memiliki kesempatan.

Kompol Akmil mengingatkan bahwa semua harta pada akhirnya akan ditinggalkan. Rumah akan ditinggalkan.Kendaraan akan ditinggalkan. Jabatan akan ditinggalkan.Uang akan ditinggalkan.

Bahkan orang-orang yang paling dicintai hanya mampu mengantar sampai ke liang lahat sebelum akhirnya kembali.

“Yang menemani kita adalah amal,” pesannya. Keempat, Perbanyak Amal Sebelum Terlambat

Pesan keempat adalah memperbanyak amal sebelum kesempatan berakhir.

Kompol Akmil mengingatkan jamaah agar tidak menunda ibadah dengan alasan masih muda atau masih memiliki banyak waktu.

“Jangan berkata, ‘Nanti kalau sudah tua saya akan rajin ibadah.’ Siapa yang menjamin kita akan sampai tua?” katanya.

Ia juga mengingatkan agar manusia tidak menunggu sakit untuk mengenal Allah, tidak menunggu kehilangan untuk belajar bersyukur dan tidak menunggu kematian untuk bertobat.

Allah SWT berfirman: وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu.”

QS. Al-Munafiqun: 10.Jangan Sampai Sukses di Dunia, Tetapi Gagal di Akhirat

Dalam khutbahnya, Kompol Akmil kemudian mengajak jamaah merenungkan kembali tujuan kehidupan.

Manusia boleh bekerja keras. Boleh mencari harta.Boleh membangun rumah. Boleh memiliki kendaraan. Boleh mengejar karier.

Namun semua itu jangan sampai membuat manusia kehilangan iman dan melupakan Allah SWT.

“Bekerjalah, tetapi jangan tinggalkan Allah. Carilah harta, tetapi jangan kehilangan iman. Bangunlah rumah, tetapi bangun juga rumah di surga,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mendidik anak bukan hanya agar berhasil dalam kehidupan dunia, tetapi juga mengenal jalan menuju akhirat.

Dan pesan paling kuat yang disampaikan dalam khutbah tersebut adalah:

“Kejarlah ridha Allah, maka dunia akan menjadi sarana bagi kebahagiaanmu.” Dunia di Tangan, Bukan di Hati

Kompol Akmil mengajak jamaah agar tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir.

Dunia, kata pesan khutbah tersebut, seharusnya berada di tangan manusia, bukan menguasai hati manusia.

Jangan sampai seseorang memiliki banyak harta tetapi miskin amal. Jangan sampai memiliki rumah yang megah tetapi tidak memiliki tempat di surga.

Jangan sampai dikenal manusia karena kekayaan, tetapi tidak memiliki amal yang menjadi bekal di hadapan Allah.

Allah SWT berfirman:

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ “Sedangkan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” QS. Al-A’la: 17.Karena itu, mengejar akhirat bukan berarti meninggalkan dunia.

Justru dunia harus digunakan dengan benar.Harta menjadi alat untuk beribadah.Ilmu menjadi jalan memberi manfaat.

Jabatan menjadi kesempatan untuk melayani.Keluarga menjadi ladang pahala.Pekerjaan menjadi ibadah.

Dan seluruh kehidupan menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Khutbah tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi setiap manusia bahwa waktu tidak pernah berhenti berjalan.

Selagi masih diberi kesempatan, masih ada waktu untuk memperbaiki shalat, memperbaiki cara mencari rezeki, memperbanyak sedekah dan memperbanyak amal.

Sebab ketika kematian datang, tidak ada lagi kesempatan untuk menambah satu amal pun.

Dunia akan ditinggalkan. Yang dibawa hanyalah amal.

Maka jangan hanya bertanya, “Apa yang sudah saya dapatkan dari dunia?”

Tetapi tanyakan pula kepada diri sendiri:

“Apa yang sudah saya siapkan ketika dunia tidak lagi menjadi milik saya?”

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!