KEPULAUAN MERANTI – Selatpanjang | Kunjungan Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Komisi Pengawasan Korupsi (KPK) Tipikor Provinsi Riau di Kabupaten Kepulauan Meranti meninggalkan catatan berbeda dari biasanya.
Di balik agenda pengawasan sosial kontrol tata kelola pemerintahan, kegiatan tersebut justru membuka ruang dialog budaya, membangun keakraban lintas struktur, dan menegaskan pentingnya kolaborasi moral antara lembaga masyarakat.
Pertemuan itu berlangsung hangat ketika rombongan Satgasus disambut langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Persatuan Melayu (GPM) Panglima Yusri yano, organisasi kepemudaan berbasis adat yang selama ini aktif mendorong nilai-nilai etika budaya di wilayah pesisir Riau.

Ketua Satgasus KPK Tipikor Provinsi Riau, Julianto, tidak menutupi rasa hormatnya atas penerimaan tersebut. Dalam keterangannya, ia menyebut dukungan GPM di Meranti bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan “energi kultural” yang menguatkan semangat dalam mengawasi tindakan korupsi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan serta sambutan hangat dari Panglima dan seluruh keluarga besar DPP Gerakan Pemuda Melayu.
“Dukungan ini melampaui tugas prosedural, ini adalah bukti nyata dari semangat persaudaraan dan sinergi antara lembaga masyarakat dalam mengawasi Riau dari potensi Tipikor.”kata Julianto.
Di tengah narasi publik yang kerap menegangkan ketika membahas isu korupsi, pertemuan ini menghadirkan nuansa yang berbeda kooperatif, membumi, dan saling menghargai.
Panglima DPP GPM, Yusri Yano, menilai kehadiran Satgasus KPK Tipikor Provinsi Riau di Meranti merupakan kehormatan sekaligus momentum strategis. Ia menegaskan pentingnya menjadikan silaturahmi tersebut sebagai landasan gerak bersama yang lebih terstruktur.
“Atas nama keluarga besar Gerakan Persatuan Melayu, kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan tim Satgasus KPK Tipikor untuk hadir dan bersilaturahmi di Kabupaten Meranti,” ujar panglima Yano.
Tidak berhenti pada penghormatan, Yusri Yano secara terbuka menyampaikan harapan pembentukan perwakilan atau DPC Satgasus KPK Tipikor di Kabupaten Kepulauan Meranti. Gagasan ini dinilai akan membuka kanal koordinasi permanen antara gerakan kepemudaan dan lembaga masyarakat pengawasan antikorupsi.
“Harapan kami ke depan dapat dibentuk perwakilan Satgasus KPK Tipikor di Meranti. Ini penting agar sinergi tidak berhenti pada momentum ini, tetapi berlangsung secara kelembagaan.
“Jika ada kekurangan selama kunjungan, harap dimaafkan,Semoga silaturahmi tetap berjalan baik dan lancar. Aamiin YRB.”ungkap yano
Pernyataan tersebut mencerminkan pola pikir strategis, memperluas akses pengawasan publik melalui struktur daerah tanpa bergantung pada kunjungan berkala.
Silaturahmi antara Satgasus KPK Tipikor Provinsi Riau dan Gerakan Persatuan Melayu dapat dibaca sebagai upaya membuka “peta baru” pengawasan dan pencegahan korupsi berbasis komunitas kepemudaan di Meranti.***