Laksmi Prasvita: SEGSS Komitmen Rehabilitasi 115 Hektare Kawasan Terdegradasi di TNBBS
Jakarta -MEDIA ISTANA,Liwa, 22 Juli 2026 – PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau (SEGSS) secara resmi memulai Program Restorasi Bentang Alam Sekincau melalui rehabilitasi tahap awal seluas 15 hektare di koridor jalan proyek yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Program tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem berbasis ilmu pengetahuan, konservasi keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.
Rehabilitasi tahap awal ini merupakan langkah pertama dari target pemulihan bentang alam seluas 115 hektare yang akan dilaksanakan secara bertahap selama periode 2026 hingga 2027. Pada tahun 2026, SEGSS menargetkan rehabilitasi seluas 65 hektare, yang terdiri atas 15 hektare di sepanjang koridor jalan proyek dan 50 hektare di kawasan terdegradasi yang telah diidentifikasi bersama Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS).
Selanjutnya, pada tahun 2027, rehabilitasi akan dilanjutkan pada 50 hektare kawasan terdegradasi lainnya sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem secara berkelanjutan.
Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication Star Energy Geothermal, Laksmi Prasvita, menjelaskan bahwa program rehabilitasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kelestarian lingkungan sekaligus bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
“Rehabilitasi tahap awal ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang SEGSS dalam mendukung pemulihan bentang alam dan fungsi ekologis kawasan. Melalui rehabilitasi seluas 115 hektare, kami berharap dapat berkontribusi nyata pada perlindungan keanekaragaman hayati dan penguatan ketahanan ekosistem di TNBBS,” ujar Laksmi.
Program rehabilitasi tersebut akan dilakukan dengan menanam berbagai jenis pohon asli TNBBS yang dipilih berdasarkan kajian ilmiah serta karakteristik ekosistem setempat. Langkah ini bertujuan mempercepat pemulihan tutupan vegetasi, meningkatkan kualitas habitat satwa liar, sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, program ini menargetkan penanaman 97 spesies pohon asli TNBBS yang akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, SEGSS memprioritaskan sekitar 10 spesies pohon asli, yakni Pulai, Damar, Meranti, Medang, Merawan, Blangiran, Ketapang, Kayu Manis, Duku Hutan, dan Ficus spp.
Seluruh spesies tersebut dipilih berdasarkan hasil Environmental Impact Assessment (EIA) dan telah memperoleh persetujuan teknis dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi ekologis kawasan serta mendukung keberhasilan pemulihan habitat dalam jangka panjang.
Menurut Laksmi, melalui program tersebut SEGSS ingin membuktikan bahwa pengembangan energi panas bumi dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Melalui program ini, SEGSS berupaya menunjukkan bahwa pengembangan energi panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan upaya konservasi, sehingga mampu memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional sekaligus keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Selain fokus pada rehabilitasi lahan, pelaksanaan program juga melibatkan masyarakat sekitar melalui penguatan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Masyarakat turut diberdayakan melalui pengembangan nursery lokal, pelatihan pembibitan, rehabilitasi lahan, pemantauan keanekaragaman hayati, hingga pengelolaan koridor satwa sesuai arahan instansi terkait.
Melalui kolaborasi tersebut, SEGSS berharap program rehabilitasi tidak hanya memberikan manfaat bagi pemulihan ekosistem TNBBS, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan konservasi.
Program Restorasi Bentang Alam Sekincau menjadi salah satu wujud komitmen SEGSS dalam mengintegrasikan pengembangan energi panas bumi yang ramah lingkungan dengan upaya konservasi alam. Dengan mengedepankan pendekatan ilmiah, kerja sama lintas pemangku kepentingan, serta pemberdayaan masyarakat, perusahaan optimistis dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perlindungan keanekaragaman hayati, ketahanan ekosistem, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Lampung Barat dan Indonesia.
HAMDAN ❤️💙