Mediaistana.com (18/06/2026)Terlihat di Instragram milik Dinas perhubungan Jakarta Utara (DISHUB), beberapa hari yang lalu dalam menertibkan parkir liar di wilayah Tg. Priok Jakarta Utara dan sekitar nya, masih dianggap belum efisien, terkesan seperti konten pencitraan.
Melalui pantauan awak media yang berkeliling di wilayah terminal Tg Priok dan sekitar nya ternyata parkir liar mobil mobil bus dan kontainer masih terlihat semberaut.
Bukti dari data di lapangan, seorang awak media pada siang dan sore hari (17/08/2026) kemarin, menemukan beberapa parkir liar kontainer dan bus bus besar di terminal Tg Priok dan di ruas jalan lain nya, masih dalam kondisi yang tetap sama pada hari hari sebelum nya
Mereka tetap masih memarkirkan mobil mobil nya di bahu jalan maupun di jalur lambat, kenyataan ini menimbulkan spekulasi bahwa pihak DISHUB membuat konten di Instagram mereka hanya untuk sebuah pencitraan, agar terlihat kinerja nya. ” Di Jalan raya Enggano dan terminal bus Tg. Priok, juga jalan raya Sulawesi dan jalan raya Jampea sekitar nya, ternyata setelah saya telusuri masih banyak mobil mobil kontener dan bus yang memarkirkan kendaraan mereka di bahu jalan, sementara di Instagram DISHUB saya melihat beberapa hari yang lalu sedang ada penertiban terkait parkir liar, nyata nya mereka masih seperti yang kemarin kemarin tidak ada perubahan. Sehingga saya menilai kinerja yang dilakukan oleh Dishub Jakarta Utara terkesan pencitraan belaka.” Ujar gomes salah seorang sosial kontrol kemasyarakatan yang memiliki profesi sebagai jurnalis Jakarta Utara.
Bukti nyata, yang Gomes dapat di lapangan seharus nya di jadikan sebuah acuan kerja nyata secara baik dan seimbang, oleh pihak Dishub Jakarta Utara.
Mengingat masyarakatpun butuh kerja nyata dari sebuah institusi yang bekerja sesuai pada foksi nya, bukan sekedar pencitraan belaka.
Ketegasan dan sikap yang sesuai dengan aturan undang undang yang semestinya, sebenar nya harus di wujudkan oleh pihak Dishub itu sendiri, bukan hanya sekedar buat konten belaka, karena masyarakat sudah jemu dengan sikap yang mengarah pada sebuah pencitraan.
Hal ini seharus nya sudah tidak dijadikan bahan yang mengarah kepada sikap kerja cerita, melainkan harus menjadi kerja nyata yang senyata nyata nya.
Pihak DISHUB Jakarta Utara sebaik nya harus dapat mengkaji ulang kinerja nya agar lebih baik lagi, supaya masyarakat tidak menilai kinerja yang dilakukan oleh pihak DISHUB itu sebagai kerja yang hanya sebuah pencitraan saja melainkan benar benar kerja nyata.
Semoga kedepan nya pihak DISHUB Jakarta Utara bisa bekerja sesuai apa yang mereka buat melalui konten di Instagram mereka itu sendiri.(Red)