Maroko tuan rumah Piala Dunia 2030 diisukan bakal menggelar partai final. Informasi itudibantah oleh FIFA.

 

MEDIA ISTANA.COM

Dilansir awak media, Maroko bersama Spanyol dan Portugal telah ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Namun hingga kini FIFA sama sekali belum menentukan negara mana yang akan menggelar partai pembuka maupun final.

Dalam wawancara terbaru, Presiden Federasi Sepakbola Maroko Fouzi Lakjaa justru mengklaim negaranya bakal jadi host partai final Piala Dunia 2030. Terlebih Maroko saat ini sedang membangun stadion Grande Stade Hassan II di Casablanca yang nantinya memiliki kapasitas 115 ribu tempat duduk, terbesar di dunia.

“Kota Benslimane akan menggelar final Piala Dunia. Suka tidak suka, jika Ada yang ingin membantahnya silakan saja. Kotanya adalah Benslimane, Stadionnya adalah Stadion Hassan II, dan saya harap Maroko akan bermain di sana,” ujar Lakjaa seperti dikutip awak media.Klaim yang sama juga disampaikan Federasi Sepakbola Spanyol lewat presiden Rafael Louzan. Ia mengatakan kalau negaranya berhak jadi tuan rumah final Piala Dunia 2030 karena status mereka sebagai juara dunia pria dan wanita.

Menanggapi hal itu, FIFA pun akhirnya angkat bicara karena tak ingin rumor itu makin bergulir liar. Kepada Efe News, Juru bicara FIFA mengatakan kalau pihaknya belum memutuskan negara mana yang akan menggelar final Piala Dunia 2030.

FIFA masih membicarakan dengan banyak pihak terkait venue final Piala Dunia 2030 dan akan mengumumkannya jika sudah diputuskan.Timnas Maroko menegaskan tidak ingin terlena dengan pencapaian mereka di Piala Dunia 2026. Singa Atlas memilih langsung mengincar kemenangan saat menghadapi Timnas Prancis pada laga perempat final di Boston Stadium, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.

Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menolak memberikan apresiasi berlebihan terhadap perjalanan timnya sebelum turnamen berakhir. Dia menilai Maroko masih memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh dan tidak ingin menganggap keberhasilan lolos ke delapan besar sebagai pencapaian akhir.

“Kami akan melakukan evaluasi pada akhir turnamen. Saya tidak akan mengatakan apa pun sekarang karena kami masih bisa mendapatkan lebih banyak,” ujar Ouahbi dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters.

Dia juga meminta para pemainnya tidak terpengaruh oleh pujian publik setelah perjalanan impresif Maroko hingga perempat final. Menurut Ouahbi, fokus utama timnya adalah terus mengejar kemenangan, bukan hanya menikmati keberhasilan melaju sejauh ini.

“Kami tidak akan mendengarkan orang yang mengatakan apa yang sudah kami lakukan sampai sekarang sangat luar biasa,” kata Ouahbi.

Maroko Tak Lagi Dipandang sebagai Tim Kejutan
Pertandingan melawan Prancis menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Prancis menghentikan langkah bersejarah Maroko dengan kemenangan yang membawa Les Bleus ke final.

Namun, situasi kali ini berbeda. Maroko datang bukan lagi sebagai tim kuda hitam yang mengejutkan dunia, melainkan sebagai salah satu kandidat serius perebut gelar juara.”Prancis adalah favorit, tetapi kami akan melakukan segala kemungkinan untuk menang besok dan lolos ke semifinal,” ujar Ouahbi.

Pelatih berusia tersebut menegaskan mentalitas Maroko sejak awal turnamen bukan sekadar menikmati perjalanan panjang. Dia ingin timnya terus bermain agresif hingga mencapai target tertinggi.

“Saya tidak suka perasaan seperti kami sudah melakukan hal bagus dengan sampai di sini dan sisanya hanya bonus. Tidak, bonusnya adalah memenangkan Piala Dunia. Dengan cara itulah kami bisa sampai sejauh ini dan kami akan melangkah lebih jauh,” tutur Ouahbi.

Prancis sendiri datang dengan status salah satu tim terkuat dunia. Juara Piala Dunia 2018 dan finalis edisi 2022 itu berhasil melewati babak 16 besar setelah menang tipis 1-0 atas Paraguay melalui gol penalti Kylian Mbappe.

Mbappe Hadapi Mental Baja Maroko
Mbappe menjadi pemain paling berbahaya di kubu Prancis. Kapten Les Bleus tersebut sudah mencetak tujuh gol sepanjang turnamen dan hanya tertinggal dari Lionel Messi yang memimpin daftar pencetak gol dengan delapan gol.

Selain Mbappe, Prancis memiliki deretan penyerang kelas dunia seperti Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola. Kombinasi tersebut membuat lini depan Prancis menjadi salah satu yang paling ditakuti di Piala Dunia kali ini.

Sementara itu, Maroko menunjukkan konsistensi sejak fase grup. Mereka berhasil melewati babak grup dengan performa kuat sebelum menyingkirkan Belanda dan tuan rumah bersama Kanada.

Aristono

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!