Bungo, 13 September 2026 — Masyarakat Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, menyampaikan keluhan mendalam dan meminta perhatian serius pihak berwenang atas dugaan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berlangsung di wilayah Sungai Batang Tebo, yang diduga melibatkan sejumlah pejabat setempat.

Berdasarkan informasi yang diterima dari warga, kegiatan ilegal ini diduga dilakukan oleh sekelompok pihak yang didukung langsung oleh pengurus dan petugas pemerintahan setempat, antara lain:
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berinisial R;
Kepala Kampung berinisial Nj;
Ketua Pemuda berinisial N;
Staf Kantor Desa berinisial S.
Kegiatan ini berjalan terus-menerus dan membuat warga sangat gelisah serta resah. Dampak yang paling terasa dan menyakitkan bagi masyarakat adalah kerusakan parah dan pencemaran berat di Sungai Batang Tebo — sumber kehidupan utama yang selama puluhan tahun menjadi tempat warga mengambil air bersih, mandi, mencuci, mencari ikan, dan menopang kehidupan sehari-hari.
Kini, air sungai yang dulu jernih dan bermanfaat telah berubah keruh, kotor, dan tidak layak pakai lagi. Warga bertanya cemas: “Ke mana lagi kami harus mencari air bersih? Sungai ini satu-satunya harapan kami, tapi kini dirusak sendiri oleh pihak yang seharusnya menjaga dan melayani kami.”
Masyarakat pun memohon dengan sangat kepada Aparat Penegak Hukum (APH), Kapolsek Tanah Sepenggal, hingga Kapolres Kabupaten Bungo untuk segera bertindak cepat, tegas, dan menyeluruh:
Segera turun ke lokasi, lakukan penyelidikan dan pengecekan fakta;
Amankan alat dan hentikan segala aktivitas pertambangan ilegal itu seketika;
Proses hukum setiap pihak yang terlibat tanpa pandang bulu, meskipun menjabat sebagai pengurus atau pejabat desa;
Pulihkan kembali kondisi Sungai Batang Tebo agar kembali bersih dan bisa dimanfaatkan warga.
Warga berharap keadilan ditegakkan, lingkungan dilindungi, dan hak dasar masyarakat atas air bersih serta lingkungan yang sehat kembali terjamin. Jangan sampai sumber kehidupan generasi kini dan nanti habis dirusak demi keuntungan segelintir pihak.
(MS&WJ)