26.5 C
Jakarta
BerandaBertaMATA AIR NYADENG DI KAMPUNG MERABU UNTU, PERMATA TERSEMBUNYI DARI KAWASAN KARST...

MATA AIR NYADENG DI KAMPUNG MERABU UNTU, PERMATA TERSEMBUNYI DARI KAWASAN KARST SANGKULIRANG – MANGKALIHAT

Media Istana, 27 Januari 2026

Terletak di Kampung Merabu Untuk, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Mata Air Nyadeng menjadi salah satu destinasi wisata alam yang mulai menarik perhatian masyarakat lokal dan pelancong yang mencari kesegaran alam yang belum banyak tersentuh modernisasi. Sumber air yang berasal dari kawasan Karst Sangkulirang – Mangkalihat ini menawarkan pesona keindahan alam yang autentik beserta kejernihan air yang menjadi daya tarik utamanya.

Mata Air Nyadeng dikenal dengan airnya yang sangat jernih dan segar bahkan dapat langsung diminum tanpa proses penyaringan tambahan. Air yang berasal dari celah – celah batu karst tersebut mengalir terus menerus sepanjang tahun, tidak terpengaruh oleh musim kemarau atau hujan. Disekitar mata air terdapat kolam alami yang terbentuk secara alami dengan dasar yang ditutupi kerikil kecil dan tanaman air yang tumbuh subur. Lingkungannya yang masih sangat alami dengan pepohonan tinggi yang rindang membuat suhu di sekitar lokasi tetap sejuk sepanjang hari.

Akses yang menantang namun berharga dengan mencapai lokasi menggunakan Ketinting ( perahu ) dari Dermaga Kelay selama kurang lebih 1 jam melintas Sungai Kelay. Setelah tiba di dermaga sementara dekat Kampung Merabu Untuk, wisatawan perlu melakukan trekking melalui jalur tanah selama 20 menit melewati area perkebunan rakyat dan semak belukar yang masih alami. Meskipun aksesnya cukup menantang, proses perjalanan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka yang berkunjung.

Masyarakat Kampung Merabu Untuk berharap mata air ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang terkelola dengan baik. Saat ini fasilitas di lokasi masih sangat minim. Hanya terdapat beberapa tempat duduk sederhana yang dibuat dari kayu dan batu. Beberapa tokoh masyarakat lokal telah mengajukan usulan kepada Pemerintah Kecamatan untuk memperbaiki akses jalan serta menambah fasilitas dasar seperti tempat parkir perahu, toilet umum, dan pos pengamanan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

” Kita berharap dengan adanya perhatian dari pemerintah dan pihak terkait, Mata Air Nyadeng bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar melalui usaha kuliner kecil, penyewaan perlengkapan trekking dan homestay.” Ujar salah satu tokoh masyarakat Kampung Merabu Untu saat di hubungi.

Masyarakat setempat juga telah membuat peraturan sendiri untuk menjaga kebersihan dan kelestarian mata air seperti larangan membuang sampah sembarangan, tidak menggunakan sabun atau deterjen di area kolam, serta membatasi jumlah pengunjung pada satu waktu agar tidak mengganggu keseimbangan alam.

Aroel Mandang

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!