25.5 C
Jakarta
BerandaInfoMAUNG GARUDA NUSANTARA (MGN) DARURAT PENGAWASAN ANAK DI ERA DIGITAL

MAUNG GARUDA NUSANTARA (MGN) DARURAT PENGAWASAN ANAK DI ERA DIGITAL

Mediaistana.com – Bekasi – Jawa Barat – Sabtu 7 Januari 2026 – Ormas Maung Garuda Nusantara (MGN) menyatakan keprihatinan serius atas lemahnya pengawasan terhadap anak-anak Indonesia di era digital, baik di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan. Kondisi ini dinilai telah mencapai tahap darurat dan berpotensi mengancam masa depan generasi bangsa.

Ketua Umum MGN, Fadil Yakub, menegaskan bahwa penggunaan handphone tanpa pengawasan telah menimbulkan dampak nyata, mulai dari penurunan konsentrasi belajar, kecanduan gim dan media sosial, gangguan perilaku, hingga melemahnya karakter dan kesehatan mental anak.
“Hari ini anak-anak dibiarkan tumbuh dalam kendali layar, bukan dalam bimbingan orang tua dan guru.

Ini bukan persoalan sepele, melainkan kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi. Jika dibiarkan, bangsa ini akan menghadapi krisis karakter di masa depan,” tegas Fadil Yakub.

MGN menilai lemahnya pengawasan merupakan bentuk kelalaian kolektif yang melibatkan berbagai pihak. Di banyak sekolah, penggunaan handphone masih berlangsung bebas di jam pelajaran tanpa penegakan aturan yang konsisten.

Sementara di rumah, handphone kerap dijadikan alat pengasuhan instan tanpa pendampingan memadai.
Secara hukum, Fadil Yakub menegaskan bahwa negara telah memiliki dasar regulasi yang jelas. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, mewajibkan orang tua, pendidik, dan negara melindungi anak dari pengaruh buruk lingkungan, termasuk lingkungan digital.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan bertujuan membentuk manusia berakhlak mulia dan bertanggung jawab, serta mewajibkan pendidik menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.

Atas dasar tersebut, Maung Garuda Nusantara (MGN) menyampaikan sikap dan tuntutan sebagai berikut:
Mendesak Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah tegas melalui kebijakan nasional yang mengikat terkait pengendalian penggunaan handphone pada anak dan di satuan pendidikan.

Mendesak DPR Republik Indonesia agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal serta memperkuat regulasi perlindungan anak di era digital.

Mendorong Kementerian Pendidikan dan instansi terkait menetapkan aturan tegas dan seragam mengenai penggunaan handphone di sekolah, disertai penguatan pendidikan karakter dan literasi digital.

Mengajak orang tua dan pendidik untuk mengambil kembali peran utama dalam pengasuhan dan pembinaan nilai, serta tidak menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada teknologi.

“Anak-anak Indonesia bukan generasi layar, melainkan generasi penerus bangsa. Negara tidak boleh datang terlambat. MGN siap mengawal dan mengawasi kebijakan perlindungan anak agar benar-benar dijalankan di lapangan,” pungkas Fadil Yakub.

Rilis pers ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen Maung Garuda Nusantara dalam menjaga masa depan anak bangsa.

Mediaistana.com

Mardani Lubis SE

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!