Di penghujung tahun 2025, saat waktu seolah melambat dan hati manusia diajak menoleh ke dalam diri, Muhamad Daniel Rigan (MDR) dan istrinya Bella Sofhie memilih menutup lembaran tahun dengan langkah yang penuh makna. Mereka hadir di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Waimiting, bukan untuk kemeriahan, melainkan untuk ketenangan—menyatu dalam doa bersama masyarakat.
Di bawah naungan masjid yang menjadi simbol kasih sayang dan persaudaraan, lantunan doa mengalir lembut, menyentuh setiap hati yang hadir. Malam itu bukan sekadar pergantian angka tahun, tetapi momentum untuk berserah, menguatkan, dan saling mendoakan. MDR dan Bella Sofhie larut bersama masyarakat, mengangkat tangan dengan khusyuk, memanjatkan harapan kepada Yang Maha Kuasa.
Doa-doa dipersembahkan untuk saudara-saudara yang tengah dilanda musibah, agar diberi ketabahan, kekuatan, dan jalan keluar terbaik. Juga untuk seluruh umat manusia—agar yang lelah dikuatkan, yang gelisah ditenangkan, dan yang berharap didekatkan pada kebaikan. Tanpa sekat dan perbedaan, malam itu hanya ada ketulusan yang tumbuh dalam kebersamaan.
Di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Waimiting, penutupan tahun menjadi saksi bahwa keindahan sejati lahir dari kepedulian dan doa. Dengan hati yang tenang dan harapan yang diperbarui, MDR, Bella Sofhie, dan masyarakat melangkah menuju tahun yang baru.
“Semoga tahun 2026 membawa berkah untuk kita semua,” kata MDR.(Syam.AS)