Program pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Namlea, Kabupaten Buru, mendapat sorotan dari anggota DPRD Buru dari Partai NasDem, Mochtar Ternate. Ia menilai menu yang dibagikan kepada siswa pada hari-hari awal pelaksanaan program tersebut belum memenuhi standar gizi yang layak bagi anak sekolah.
Sorotan tersebut muncul setelah pelaksanaan pembagian MBG di SD Al-Hilal 1 Namlea yang memiliki 267 siswa serta di SMP Negeri 1 Namlea dengan 18 kelas dan jumlah siswa sekitar 480 orang.
Mochtar yang membidangi kesehatan di Komisi III DPRD Kabupaten Buru menjelaskan, pada hari pertama pembagian MBG, Senin (9/3/2026), para siswa menerima menu yang terdiri dari satu potong tahu setengah matang, satu potong ayam berukuran kecil yang juga belum matang sempurna, satu buah pisang tuju bulan, serta satu potong kue.
Sementara pada hari kedua pembagian, Selasa (10/3/2026), menu yang diberikan berupa satu bungkus kecil kacang goreng, satu butir telur rebus, beberapa potong kasbi goreng berukuran kecil sekitar satu hingga dua sentimeter, serta lima buah kelengkeng.
Menurut Mochtar, komposisi dan kualitas menu tersebut perlu menjadi perhatian serius karena belum mencerminkan standar makanan bergizi yang seharusnya diterima siswa dalam program MBG.
“Program ini sangat baik karena bertujuan mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak-anak sekolah. Namun kualitas makanan yang diberikan harus benar-benar memenuhi standar gizi dan juga layak dikonsumsi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap menu MBG perlu segera dilakukan oleh pihak terkait, termasuk pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyediaan makanan, mulai dari kualitas bahan, proses pengolahan, hingga kelayakan makanan yang dibagikan kepada siswa.
Mochtar berharap perbaikan segera dilakukan agar program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi para siswa di Namlea serta mendukung peningkatan kesehatan dan konsentrasi belajar mereka di sekolah.