
Jakarta – Mediaistana.com | Edisi Idul Fitri 1447 H / 26 Maret 2026
Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang sarat dengan nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap sesama dimanfaatkan oleh Ketua Muda Berkarya sebagai momentum perjuangan sosial dalam menyuarakan hak-hak anak Indonesia yang berada dalam kondisi rentan.
Melalui kegiatan riset sosial, observasi lapangan, serta dokumentasi langsung terhadap kondisi masyarakat, ditemukan fakta bahwa masih banyak anak Indonesia yang memiliki semangat belajar tinggi namun belum mendapatkan akses pendidikan yang layak akibat keterbatasan ekonomi dan kondisi sosial keluarga.
Kelompok anak yang menjadi perhatian dalam gerakan ini antara lain:
• Anak penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu
• Anak yatim dan piatu
• Anak dari keluarga prasejahtera
• Anak jalanan
• Anak yang berpotensi mengalami kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi sosial
Refleksi Idul Fitri untuk Keadilan Sosial Anak Bangsa
Ketua Muda Berkarya menegaskan bahwa Idul Fitri harus menjadi momentum refleksi kebangsaan untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak yang sama.
“Kami membawa amanah anak-anak yang ingin sekolah, ingin hidup lebih layak, dan ingin masa depan yang lebih baik. Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi perjuangan kemanusiaan,” ujarnya.
Pendidikan Tidak Boleh Terhenti
Irmawati, S.I.Kom dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa momentum Idul Fitri harus menjadi pengingat agar tidak ada anak Indonesia yang kehilangan hak pendidikan.
“Momentum Idul Fitri 1447 H / 2026 M ini harus menjadi pengingat bagi kita semua. Jangan sampai anak-anak generasi penerus bangsa harus putus sekolah karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
Ia berharap kepedulian sosial masyarakat dapat terus tumbuh agar anak-anak Indonesia tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Dukungan Lintas Sektor
Kegiatan ini juga dihadiri berbagai unsur profesional dan elemen masyarakat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan kepedulian anak.
Diantaranya perwakilan dokter RSPAD, staf Kantor Kepresidenan, Irma Safitri dari Perlindungan Ibu dan Anak Tangerang Selatan, Adela sebagai pekerja sosial Tangerang Selatan, tim GANNAS, Moh. Irham, David, Izoel , perwakilan LBH, Mataharti, Hermina, unsur Kemenkumham wilayah Tangerang Selatan, Raja Ginting, Ir. Pertiwi, Steven, rekan-rekan Muda Berkarya, dosen pembimbing Nur Idaman bersama tim Kampus YAI, tim pekerja sosial SMK Negeri 28 Wisma Subud, serta partisipasi masyarakat.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap anak rentan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Ajakan Gerakan Nasional Kepedulian Anak
Ketua Muda Berkarya juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat gerakan kepedulian anak melalui:
• Program bantuan pendidikan
• Perlindungan hukum anak
• Pembinaan anak jalanan
• Dukungan fasilitas anak disabilitas
• Kolaborasi gerakan sosial nasional
Momentum Idul Fitri diharapkan menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh bagaimana bangsa ini menjaga generasi mudanya hari ini.
“Selama masih ada anak Indonesia yang tidak bisa sekolah karena kemiskinan, maka perjuangan ini belum selesai,” tegasnya.
Catatan Redaksi:
Kegiatan : Gerakan Kepedulian Anak Rentan Momentum Idul Fitri
Momentum : Idul Fitri 1447 H / 2026 M
Penggagas : Ketua Muda Berkarya
Peserta : Unsur tenaga medis, pekerja sosial, akademisi, LBH, organisasi sosial, dan masyarakat
Agenda : Advokasi pendidikan anak rentan dan gerakan kepedulian sosial
Penulis : David E. SE
Editor : Redaksi Mediaistana.com