35 C
Jakarta
BerandaInfoNikmat Tidak Datang untuk Dipahami, Melainkan Dikerjakan

Nikmat Tidak Datang untuk Dipahami, Melainkan Dikerjakan

Oleh: Muhamad Daniel Rigan

Nikmat bukanlah hadiah yang cukup dipahami dengan akal. Ia adalah pengalaman hidup yang hanya bisa dirasakan melalui perbuatan. Sebab apa yang tidak dikerjakan, tak akan pernah benar-benar kita nikmati.

Jika engkau ingin merasakan nikmat kejujuran, maka hiduplah dengan jujur.

Jika engkau ingin merasakan nikmat kasih dan sayang, maka berilah kasih kepada sesama.

Jika engkau ingin merasakan nikmat sholat, maka dirikanlah sholat dengan pengertian, bukan sekadar gerakan.

Jika engkau ingin merasakan nikmat kebenaran, maka berkatalah benar meski pahit terasa.

Dan jika engkau ingin merasakan nikmat perubahan, maka berjuanglah untuk berubah.

Sebaliknya, ketika manusia hanya ingin memahami tanpa mau melaksanakan, di situlah ia mulai bersandiwara. Pengetahuan berubah menjadi topeng—topeng yang dipakai untuk menutupi ego, ketakutan, dan kepentingan diri sendiri.

Iblis terbesar bukanlah sosok bertanduk, bukan makhluk yang keluar dari kuburan atau gentayangan di jalan sunyi. Iblis terbesar adalah ego kita sendiri. Dialah yang diam-diam mengendalikan hidup, membisikkan pembenaran, dan mengajak kita memahami segalanya tanpa pernah benar-benar mengerjakannya. Semua itu dibungkus rapi atas nama harga diri, kenyamanan, jabatan, harta, dan ketakutan akan hari esok.

Ego adalah monster buas yang hidup dalam zona nyaman.

Ia lahir dari ketakutan akan kehidupan,

dibesarkan oleh keserakahan,

dilindungi oleh kepentingan,

dan dimasyhurkan oleh kesombongan.

Buah dari ego itu nyata dan pahit:

-Perasaan selalu kurang

-Keserakahan

-Keinginan menang sendiri

-Menghalalkan segala cara

-Kepalsuan hidup

-Dendam

-Iri hati dan dengki

-Kesombongan

-Memilih posisi aman dan enggan merugi

-Rela mengorbankan orang lain demi diri sendiri

Inilah buah ego yang pernah saya pelajari—bahkan pernah saya hidupi. Dan satu hal yang saya sadari: ego tidak bisa diusir. Ia hanya bisa disadari.

Kesadaran itulah awal kebebasan. Karena saat kita melihat ego dengan jujur, di situlah manusia mulai kembali menjadi manusia.(cs.as)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!