Pekon Tanjung Raya Gelar Musrenbang 2026, Serap Aspirasi Masyarakat dan Tetapkan Prioritas Pembangunan
Jakarta -MEDIA ISTANA.Lampung Barat – Pemerintah Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, Rabu, 21 Januari 2026, melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pekon. Kegiatan ini bertujuan untuk menampung dan mendengarkan aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan pekon ke depan, sekaligus menyusun skala prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran mendatang.
Musrenbang yang berlangsung di balai pekon tersebut dihadiri oleh Peratin Pekon Tanjung Raya, aparatur pekon, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat dari masing-masing pemangku. Suasana musyawarah berjalan dengan tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Peratin Pekon Tanjung Raya, Efhan Prayuda, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan forum penting dalam sistem perencanaan pembangunan desa yang berfungsi sebagai wadah untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Musrenbang ini kami laksanakan untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat terkait pembangunan Pekon Tanjung Raya. Baik pembangunan fisik maupun nonfisik akan kami tampung dan susun berdasarkan skala prioritas,” ujar Efhan Prayuda.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sumber pendanaan pembangunan pekon berasal dari Dana Desa serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Barat. Namun demikian, untuk usulan-usulan yang bersumber dari APBD, pihaknya akan menyampaikannya kembali pada Musrenbang tingkat kecamatan sebagai tahapan lanjutan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Untuk usulan yang bersumber dari APBD, nantinya akan kami bawa dan sampaikan kembali pada Musrenbang tingkat kecamatan. Ini merupakan bagian dari mekanisme perencanaan yang harus kita lalui bersama,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Peratin Efhan Prayuda juga menegaskan bahwa prioritas utama pembangunan Pekon Tanjung Raya saat ini adalah lanjutan perbaikan jalan penghubung antara Pemangku Air Putih Satu dan Air Putih Dua. Jalan tersebut sebelumnya telah dibangun melalui anggaran APBD pada tahun lalu, namun masih terdapat kekurangan sepanjang kurang lebih 80 meter yang belum terselesaikan.
“Pembangunan jalan penghubung antara Pemangku Air Putih Satu dan Air Putih Dua sudah dilaksanakan melalui APBD tahun kemarin. Namun, masih ada kekurangan sekitar 80 meter lagi yang menjadi perhatian dan prioritas kami ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan jalan penghubung tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat, baik dalam menunjang mobilitas harian, akses ekonomi, maupun peningkatan kesejahteraan warga. Ia juga menambahkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pembangunan jalan tersebut tergolong sangat baik.
“Alhamdulillah, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pembangunan jalan penghubung ini sangat baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melanjutkan pembangunan sesuai harapan masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, Efhan Prayuda tidak menampik bahwa keterbatasan anggaran, khususnya Dana Desa yang saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan pekon.
“Kami juga menyadari bahwa Dana Desa saat ini tidak seperti dulu lagi, jumlahnya jauh lebih menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, dengan keterbatasan tersebut, kami akan tetap berupaya mengelola anggaran sebaik mungkin agar pembangunan tetap berjalan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Peratin Pekon Tanjung Raya berharap dukungan serta doa dari seluruh masyarakat agar pemerintah pekon dapat menjalankan amanah yang telah diberikan dengan penuh tanggung jawab dan transparansi.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, sehingga pembangunan di Pekon Tanjung Raya dapat terlaksana sesuai dengan anggaran yang ada dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya
HAMDAN A.md