Media Istana, Berau.
Mengikuti arahan nasional untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit rakyat, Pemerintah Kabupaten Berau resmi mengumumkan pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR ) tahun 2026. bantuan sebesar Rp.60 juta per hektar akan diberikan melalui kelompok tani dengan dua kelompok yang sebelumnya dalam proses pengajuan kini menjadi prioritas penerima manfaat.
Penetapan besaran bantuan ini selaras dengan kebijakan BPDPKS yang mulai berlaku sejak awal 2026, dimana dana hibah untuk peremajaan mencakup biaya penebangan tanaman tua, pengolahan lahan, pembelian bibit unggul, pupuk, pestisida, hingga perawatan selama masa awal tumbuh tanaman.
Program PSR di Berau ditujukan untuk kebun sawit rakyat dengan kriteria khusus tanaman berusia di atas 25 tahun, produktivitas rendah, bibit tidak unggul, dan luas lahan per petani antara 0,5 hingga 4 hektar. Selain itu lahan tidak boleh berada dalam kawasan Hak Guna Usaha ( HGU ) perusahaan, kawasan register atau kawasan perlindungan alam kelas IIb.
” Dua kelompok tani yang telah menyelesaikan persyaratan administrasi akan menjadi yang pertama mendapatkan bantuan. Ujar Kepala Dinas Perkebunan Berau. Kelompok petani di Kampung Teluk Semanting ( lahan 50 hektar ) dan Kampung Tumbit Melayu ( lahan 45 hektar ) telah lolos verifikasi lapangan dan siap menjalankan proses peremajaan mulai kuartal 2026.
Selain PSR, Pemda juga menyediakan bantuan paket untuk pemanfaatan lahan kosong (PSP ) bagi kelompok tani yang ingin menanam tanaman tambahan seperti jagung atau cabai, meskipun fokus utama tetap pada penguatan sektor sawit.
Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp 5,7 miliar dengan sebagian besar berasal dari BPDPKS dan sisanya dari alokasi Dana Bagi Hasil ( DBH ) sawit tahun 2026 sebesar Rp 2,1 miliar. Selain bantuan uang tunai, Pemda juga akan menyediakan pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian yang dibekali untuk memastikan kelancaran pelaksanaan dan transparansi penggunaan dana.
” Kita telah menyederhanakan proses administrasi agar petani tidak kesulitan. Kelompok tani waib membuat laporan penggunaan dana secara berkala dan membukukan semua pengeluaran untuk di kontrol bersama ” imbuhnya.
Secara nasional, BPDPKS menargetkan peremajaan sawit rakyat seluas ratusan ribu hektar pada 2026 dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat yang juga menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 9,5 ton dengan anggaran hampir Rp 47 triliun. Meskipun untuk sawit tetap fokus pada bantuan melalui program intensifikasi dan peremajaan.
Selain itu PT PTPN IV PalmCo juga menggandeng petani sawit diberbagai daerah termasuk potensi kolaborasi dengan kelompok tani Berau dengan target nasional peremajaan seluas 60.000 hektar hingga akhir 2026 melalui Pola Kemitraan Offtaker yang juga memberikan jaminan harga bagi Tandan Buah Segar ( TBS ) hasil panen.
Ketua Kelompok Tani Teluk Semanting, Supriadi, menyampaikan harapan bahwa program ini akan meningkatkan produktivitas kebun yang selama ini hanya mampu menghasilkan sekitar 15 ton TBS per hektar per tahun. ” Dengan bibit unggul dan perawatan yang tepat, kami yakin produktivitas bisa meningkat hingga 25 – 30 ton per hektar. ” Ujarnya
Pemda Berau juga. Berencana menggelar sosialisasi tambahan untuk kelompok tani lain yang belum terdaftar dengan target menambah minimal 5.keliompom penerima bantuan pada kuartal II 2026.
Aroel mandang