Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat melakukan survei ke sejumlah lokasi rawan longsor. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah percepatan penanganan bencana serta memastikan kesiapan teknis di lapangan. Jumat, 03/04/2026.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa terdapat empat titik yang menjadi fokus utama penanganan longsor pada tahun ini. Keempat lokasi tersebut berada di kawasan Batutulis, Kebon Pedes, Cilebut, serta kawasan perumahan MBR.
Menurutnya, lokasi Batutulis menjadi prioritas utama karena telah melalui tahapan pembebasan lahan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Saat ini, proyek penanganan di wilayah tersebut telah memasuki proses lelang yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Batutulis sudah siap dari sisi administrasi dan lahan, sehingga bisa segera masuk tahap pekerjaan fisik setelah proses lelang selesai,” ujar Jenal.
Sementara itu, tiga lokasi lainnya yakni Kebon Pedes, Cilebut, dan kawasan perumahan MBR masih dalam tahap survei dan pengkajian usulan. Pemkot Bogor berencana mendorong penanganan di titik-titik tersebut melalui skema belanja tidak terduga (BTT).
Langkah kolaboratif antara Pemkot Bogor dan Pemprov Jawa Barat ini diharapkan mampu mempercepat penanganan titik-titik rawan longsor, sekaligus meminimalisir risiko bencana yang dapat mengancam keselamatan warga.
Pemkot Bogor juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.