22.4 C
Jakarta
BerandaInfoPemkot Tangsel Dorong Budidaya Maggot, Sampah Rumah Tangga Diolah Jadi Sumber Ekonomi

Pemkot Tangsel Dorong Budidaya Maggot, Sampah Rumah Tangga Diolah Jadi Sumber Ekonomi

mediaistana.com

Pamulang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendorong budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang dinilai efektif, murah, dan berkelanjutan, terutama di tingkat rumah tangga dan lingkungan permukiman. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menegaskan, maggot mampu mengurai sampah organik secara cepat sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, dengan memberikan pelatihan budidaya maggot kepada masyarakat ini menjadi bagian penting dalam strategi pengurangan sampah dari sumbernya. “Pakan maggot itu gratis, dari sampah kita sendiri. Tinggal bagaimana kita kelola dan pastikan ada pasar yang menyerap hasilnya,” ujar Pilar dalam Forum Komunikasi Bank Sampah di Kelurahan Pamulang Timur, Tangerang Selatan pada Rabu (28/01/2026).

Ia menjelaskan, sisa makanan dan sampah organik rumah tangga yang selama ini berakhir di tempat pembuangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Selain mengurangi volume sampah, hasil budidaya maggot dapat dijual atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, hingga bahan baku pertanian. Pilar menekankan, pengelolaan sampah berbasis maggot harus berjalan seiring dengan penguatan bank sampah di setiap lingkungan.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun mendorong agar setiap RW memiliki dan mengaktifkan bank sampah sebagai simpul pengelolaan sampah warga. “Kalau bank sampah sudah ada, harus disukseskan. Kalau belum ada, harus dibentuk. Ini harus jadi perhatian serius RW dan warga, karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, keberhasilan pengelolaan sampah tidak ditentukan oleh teknologi semata, melainkan perubahan kebiasaan masyarakat. Ia berharap budidaya maggot menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. “Pendekatan berbasis masyarakat seperti bank sampah dan budidaya maggot perlu diperluas agar menjadi kebiasaan kolektif, bukan sekadar program sesaat.

Dengan keterlibatan warga, saya yakin, pengelolaan sampah ini dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi,” tuturnya.

( Fq/To )

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!