27.3 C
Jakarta
BerandaInfoPenanganan limbah plastik

Penanganan limbah plastik

Pemerintah Luncurkan Program Nasional “Plastik Berkelanjutan” untuk Kurangi Limbah 30% pada 2028

Jakarta, 21 Februari 2026 – Pemerintah Republik Indonesia resmi meluncurkan Program Nasional Pengelolaan Plastik Berkelanjutan, dengan target mengurangi volume limbah plastik sebesar 30% pada tahun 2028 dan mencapai ekonomi sirkular plastik pada 2030. Program ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk menangani masalah pencemaran plastik yang semakin mengkhawatirkan.

Langkah Strategis yang Dilaksanakan

Beberapa kebijakan utama yang diumumkan dalam program ini antara lain:

– Pembatasan produksi dan penggunaan plastik sekali pakai mulai Juli 2026, terutama untuk kemasan makanan dan minuman di sektor usaha besar dan ritel.
– Pemberlakuan retribusi daur ulang plastik yang akan dikenakan pada produsen dan importir bahan baku plastik, dengan dana yang terkumpul digunakan untuk mendirikan fasilitas pengolahan limbah plastik di seluruh Indonesia.
– Bantuan teknis dan modal bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang daur ulang plastik dan produk alternatif ramah lingkungan.

Kontribusi Sektor Swasta dan Masyarakat

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Budi Santoso, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program. “Sudah ada lebih dari 50 perusahaan besar yang berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan konten daur ulang dalam produk mereka,” ujarnya.

Di tingkat lokal, seperti di Kota Surakarta, pemerintah kota bekerja sama dengan kelompok masyarakat untuk membangun bank sampah plastik di setiap kecamatan. Hingga saat ini, telah ada 12 bank sampah yang beroperasi dan berhasil mengumpulkan lebih dari 5 ton plastik per bulan untuk didaur ulang.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun target yang ditetapkan ambisius, pihak pemerintah mengakui masih ada tantangan besar, seperti kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan plastik, serta keterbatasan infrastruktur pengolahan di daerah terpencil. Untuk mengatasi hal ini, akan dilakukan kampanye pendidikan nasional dan pembangunan pusat pengolahan plastik skala kecil di 100 kabupaten/kota pada tahun

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!