Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar — Angka pengangguran terbuka di Kota Bogor hingga kuartal keempat 2025 masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari total sekitar 1,1 juta penduduk, terdapat kurang lebih 88.000 warga yang tercatat menganggur.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut tingginya angka pengangguran tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil serta dinamika di sektor usaha.
“Banyak perusahaan dalam kondisi tidak stabil. Bahkan ada yang tutup juga seperti hotel dan restoran. Ini kondisinya memprihatinkan,” ujar Jenal.
Menurutnya, sektor perhotelan dan kuliner menjadi salah satu yang terdampak, sehingga berimbas pada berkurangnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Untuk menekan angka pengangguran, Pemerintah Kota Bogor terus menggencarkan berbagai program, mulai dari penyelenggaraan bursa kerja (job fair) hingga pelatihan keterampilan bagi pencari kerja.
Sepanjang tahun 2025, Pemkot Bogor telah menggelar tiga kali job fair sebagai upaya mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja.
“Harapannya, kondisi ekonomi di Kota Bogor bisa segera pulih dan membuka peluang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan,” ucap Jenal.
Dalam Job Fair Kota Bogor 2025 yang berlangsung selama tiga hari pada 15–17 Oktober, tersedia sekitar 6.140 lowongan pekerjaan dari 40 perusahaan nasional dan lokal. Dari jumlah tersebut, ditargetkan sedikitnya 600 pelamar dapat terserap menjadi tenaga kerja.
Jenal menjelaskan, peserta yang memenuhi kualifikasi akan berkesempatan mengikuti proses wawancara langsung di hari terakhir pelaksanaan job fair.
Sementara itu, Kepala HRD Plaza Jambu Dua, I Made Utama, menyatakan pihaknya turut membuka sejumlah lowongan pekerjaan, terutama untuk posisi teknisi.
“Kami sedang membutuhkan pekerja, khususnya teknisi AC dan teknisi eskalator. Selain itu, kami juga membuka lowongan untuk posisi di restoran,” jelas Made.
Ia berharap kegiatan bursa kerja seperti ini tidak hanya membantu pencari kerja mendapatkan pekerjaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran di Kota Bogor.
“Kami ingin ikut berperan membuka peluang kerja dan mengurangi angka pengangguran di Kota Bogor,” tutupnya.