Mediaistana.com | JAKARTA, 16 Oktober 2026 — Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia berkolaborasi dengan Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) dan FHP Law School resmi meluncurkan program beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bagi 2.000 kader Pagar Nusa. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersejarah ini berlangsung di Ruang Rapat Bersejarah, Lantai 5, Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, pada Jumat (16/10/2026), bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional.
Melalui kerja sama strategis ini, DPN Indonesia berkomitmen memberikan 2.000 beasiswa penuh bagi kader Pagar Nusa lulusan Sarjana Hukum (S1) di seluruh Indonesia untuk menempuh pendidikan hingga menjadi advokat profesional.
CETAK PRAKTISI HUKUM BERKUALITAS DARI KALANGAN SANTRI
Presiden DPN Indonesia yang juga Ketua IKABNAS Lemhannas, Dr. Faizal Hafied, S.H., M.H., menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengabdian lembaga di bidang profesi hukum. Program ini bertujuan mencetak praktisi hukum yang istimewa dan berkualitas dari kalangan kader Nahdlatul Ulama, khususnya Pagar Nusa.
“Langkah ini juga merupakan aktualisasi dari nilai yang diajarkan di Lemhannas RI, yaitu merangkul semua putra-putri terbaik bangsa dalam rangka menjaga dan merekatkan keutuhan Nusa dan Bangsa melalui profesi advokat,” ujar Faizal Hafied.
Faizal merincikan, terdapat dua paket beasiswa yang disiapkan. Pertama, Paket Beasiswa Presiden untuk PKPA. Kedua, Paket Beasiswa Presiden Prestasi yang ditujukan bagi kader terbaik berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Untuk kategori best of the best, kami siapkan ‘karpet merah dan karpet biru’. Artinya, seluruh proses mulai dari PKPA, Ujian Profesi Advokat (UPA), pelantikan, penyumpahan, hingga pemberian toga akan ditanggung penuh hingga mereka menjadi advokat paripurna,” tegasnya.
Untuk menjamin kualitas, Faizal memastikan pendidikan PKPA ini akan diselenggarakan secara daring berskala nasional dengan menghadirkan pengajar kelas utama. Para pemateri terdiri dari advokat papan atas, praktisi hukum ternama, mantan pimpinan Mahkamah Konstitusi (MK), pejabat Kejaksaan Agung, Hakim Agung, hingga guru besar dan akademisi terkemuka.
“Tujuannya agar calon advokat dari Sabang sampai Merauke memiliki kualitas dan keilmuan hukum yang setara. Kami berharap advokat dari Pagar Nusa ini ke depannya dapat menjadi garda terdepan pemberi bantuan hukum bagi pencari keadilan di seluruh wilayah Indonesia,” imbuh Faizal.
MENCETAK PENDEKAR HUKUM YANG BERADAB
Ketua Umum PP Pagar Nusa, Gus Muchammad Nabil Haroen, menyambut antusias kerja sama ini. Ia menilai beasiswa tersebut sebagai kado istimewa bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama menjelang Hari Santri.
“Bagi saya, kehormatan seorang pendekar terletak pada kesanggupannya untuk melindungi. Sebagaimana mars kita, ‘Pagar Nusa, kami adalah pelindung bangsa’. Pengetahuan hukum yang kita miliki harus menjadi pegangan bagi masyarakat yang berada dalam ketidakpastian hukum, terutama mereka yang tidak memiliki biaya maupun keberanian untuk memperjuangkan haknya,” jelas Gus Nabil.
Gus Nabil menambahkan, kuota 2.000 peserta ini hanyalah langkah awal. Jika antusiasme kader tinggi dan kuota habis dalam waktu singkat, Pagar Nusa dan DPN Indonesia siap memperbarui MoU untuk menambah kuota hingga belasan ribu peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Nabil juga secara resmi mendaulat Dr. Faizal Hafied dan Presiden FHP Law School, Satria Utama, untuk menjadi Dewan Pakar di Lembaga Advokat dan Bantuan Hukum (LABH) PP Pagar Nusa.
DUKUNGAN PENUH PBNU
Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan langsung oleh Katib Syuriah PBNU, KH Ahmad Sudrajat. Ia menegaskan bahwa langkah Pagar Nusa dan DPN Indonesia sangat selaras dengan program prioritas PBNU tahun ini.
“Salah satu atensi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tahun ini adalah membangun Qonun Asasi serta menguatkan hukum dan Jam’iyyah. Kita sadari betul hari ini masyarakat kita perlu literasi, advokasi, dan kesadaran hukum agar tidak terjadi penyelesaian masalah yang mengabaikan hukum atau chaos,” terang KH Ahmad Sudrajat.
Kiai Sudrajat berharap, para advokat jebolan program ini kelak tidak hanya mumpuni secara akademis, tetapi juga memiliki kedewasaan moral ala santri.
“Insyaallah, advokat yang berasal dari DPN Indonesia dan Pagar Nusa bisa memberikan advokasi yang pas dan kuat. Apalagi mereka adalah para santri yang memiliki kesadaran untuk selalu memberikan kebaikan bagi semesta (rahmatan lil alamin),” pungkasnya.
Sumber: Sekretariat Bersama DPN Indonesia & PP Pagar Nusa NU
Tanggal Terbit: 16 Oktober 2026
(red/tim)