PURWOREJO || Mediaistana.com – Seorang tokoh masyarakat sekaligus wartawan senior Purworejo, Gus Takim, angkat bicara menyoroti dinamika politik di Kabupaten Purworejo yang dinilainya semakin memprihatinkan. Dalam pernyataannya di Kantor Pers Center Kabupaten Purworejo pada Jumat, 10 April 2026, ia secara lugas menyebut praktik politik yang berkembang saat ini cenderung tidak sehat.
Menurut Gus Takim, fenomena “ketoe konco” atau tampak akrab di depan namun saling menjatuhkan di belakang, masih menjadi budaya yang sulit dihilangkan dalam perpolitikan lokal. Ia menyayangkan sikap tersebut karena dinilai menghambat kemajuan daerah dan merusak kepercayaan publik.
“Politik kita ini kadang terlihat rukun di depan, tapi di belakang saling ‘membunuh’. Ini yang saya sebut politik jorok, dan ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemangku kepentingan dan elit politik, untuk meninggalkan pola lama yang sarat kepentingan pribadi maupun kelompok. Gus Takim menekankan pentingnya membangun kebersamaan demi kemajuan Purworejo.
“Kalo saya pengennya ayo bangun bareng-bareng Purworejo. Jangan saling menjatuhkan. Kita ini satu daerah, satu tujuan,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia juga menyinggung stigma yang selama ini melekat pada Purworejo sebagai “kota pensiun”. Menurutnya, label tersebut harus segera diubah dengan kerja nyata dan semangat kolektif untuk membangun daerah.
“Saya nggak kepingin Purworejo terus dikenal sebagai kota pensiun. Kita punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mau bergerak bersama atau tidak,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Gus Takim menyampaikan pesan tegas yang menjadi garis merah dalam pembangunan daerah, yakni pentingnya menjaga integritas.
“Satu pesan saya, yang penting jangan korupsi. Kalau itu bisa dijaga, saya yakin Purworejo bisa maju,” pungkasnya. (Joko)