26 C
Jakarta
BerandaBertaPesawat ATR Hilang Kontak, Memuat 11 Orang, Ini Nama Kru dan Penumpang...

Pesawat ATR Hilang Kontak, Memuat 11 Orang, Ini Nama Kru dan Penumpang Yang Ada , Simak Selengkapnya👇

Pesawat ATR rute Jogyakarta-Makassar hilang kontak di Maros.

– Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak ketika berada di wilayah pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada hari Sabtu (17/1/2026).

Pesawat ini dikabarkan membawa total 11 orang yang terdiri dari 8 kru dan tiga penumpang. Pesawat ini dalam perjalanan dari Jogyakarta ke Kota Makassar.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Muh Arif Anwar, pesawat itu sedang dalam status disewa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Pesawat ini dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1) siang.

“Kami menerima info dari Airnav Makassar bahwa telah hilang kontak satu pesawat jenis ATR 400 milik IAT (Indonesia Air Transport) yang dioperasikan oleh atau disewa oleh KKP seperti itu,” kata Muh Arif.

“Jumlah penumpang 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang yang ikut di atas on board,” tambahnya.

Sesuai data manifes, 8 orang kru pesawat yang bertugas dalam penerbangan itu sebagai berikut:

1. Capt. Andy Dahananto

2. Sic Fo. Yudha Mahardika

3. Xcu Capt. Sukardi

4. Foo. Hariadi

5. Eob. Franky D Tanamal

6. Eob. Junaidi

7. Fa. Florencia Lolita

8. Fa. Esther Aprilita.

Sedangkan identitas 3 orang penumpang yang sebagai berikut:

1. Deden

2. Ferry

3. Yoga

Hingga sekarang pihak berwenang masih melakukan upaya maksimal untuk melacak keberadaan pesawat itu.

Muh Arif menjelaskan, Basarnas Makassar sudah mengerahkan personel ke titik kontak terakhir pesawat IAT itu berdasarkan data koordinat yang dikirim oleh Airnav Makassar. Ia menjelaskan, lokasi terakhir pesawat terdeteksi berada di daerah Taman Nasional Bantimurung.

“Tim kami sudah sampai di sana dan telah membuat satu posko SAR gabungan di daerah Bantimurung,” katanya.

Selain pengerahan tim darat, Basarnas juga sudah meminta bantuan kepada TNI AU untuk mengerahkan Helikopter Caracal.

Helikopter ini diharapkan bisa membantu proses observasi dari udara untuk mempercepat penemuan lokasi pesawat di medan pegunungan. (*)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!